Komponen Bekisting Kolom Dan Cara Pemasangan

Posted on

Komponen Bekisting Kolom Dan Cara Pemasangan – Tinggi kolom pada suatu bangunan biasanya mencapai 3 atau 4 meter. Hal ini berarti bahwa tinggi kolom sama seperti tinggi ruang dari bangunan. Kolom sendiri umumnya memiliki dimensi arah tinggi dengan ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan dimensi yang lainnya (panjang dan lebar kolom).



 

Jika ingin mendapatkan struktur kolom yang monolit maka proses pengecoran kolom harus dilakukan pada kesatuan waktu yang tertentu. Maka dari itu, kemampuan cetakan atau bekisting kolom harus direncanakan sedemikian rupa supaya mampu untuk menagan gaya-gaya yang bisa timbul saat proses pengecoran, khususnya gaya yang bisa timbul akibat agregat beton basah.

Perencanaan cetakan atau bekisting kolom ditentukan oleh volume agregat beton yang akan mengisi dan menyebabkan timbulnya berbagai macam gaya tertentu yang akan ditahan oleh cetakan (bekisting).

Baca juga: Cara Menghitung Volume Bekisting Tangga

Bagian-Bagian Bekisting Kolom

Bekisting kolom terdiri dari beberapa bagian yang memiliki peran sangat penting. Adapun bagian-bagian bekisting kolom adalah sebagai berikut:



  1. Sepatu Kolom (Kicker)

Dalam pembuatan sepatu kolom (kicker) ini harus disesuaikan dengan rencana bentuk tampang kolom. Salah satu jenis material yang paling umum digunakan adalah kayu. Selain itu, dibutuhkan juga paku dan baut sebagai penyambung sambungan supaya mendapatkan hasil yang kaku.

Kicker biasaya dipasang di bagian dasar kolom atau lantai dengan cara dipaku. Selain kayu, bisa juga menggunakan bahan material lain seperti cor betn dengan tinggi sekitar 5 cm. Bahkan Anda juga bisa menggunakan besi alumunium atau siku. Pemasangan kicker ini sendiri memiliki tujuan untuk menempatak cetakan atau bekisting kolom agar pada posisi yang benar.

  1. Panel Cetakan/Bekisting (Shutter)

Sebenarnya ada banyak sekali material yang bisa dimanfaatkan sebagai panel cetakan (bekisting). Namun yang paling umum digunakan adalah plywood. Hal ini tentunya bukan tanpa alasan karena plywood memang jauh lebih ekonomis, yang dimana bisa digunakan empat sampai lima kali. Bahkan bagian permukaan beton yang dibuat nantinya juga cenderung sangat halus.



Pembuatan banyak panel untuk setiap sisi cetakan (bekisting kolom) biasanya akan ditopang oleh balok kayu dengan arah tegak. Panel ini juga akan disokong secara horizontal dengan penguat horizontal dalam bentuk klem yang harus disesuaikan dengan perencanaannya. Penting sekali untuk mempertimbangkan bagaimana cara mempertemukan antar panel supaya membentuk sudut yang bisa bertemu dengan baik. Balok penguat tegak pada umumnya menggunakan balok kalu yang memiliki ukuran dan jarak sesuai dengan perencanaan.

Balok penguat tegak di jaman sekarang ini sudah banyak digunakan oleh berbagai perusahaan atau pabrik cetakan (bekisting) yang memiliki hak paten. Jika Anda lebih memilih untuk menggunakan balok pabrikan maka ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan, yaitu cenderung sangat ringan, memiliki dimensi yang seragam, lebih kuat, awet, lebih lurus, dan bisa digunakan hingga berulang kali. Selain itu, balok penguat horizontal atau klem umumnya menggunakan balok kayu yang dipres dan dikunci atau dimatikan dengan menggunakan paku.

Balok horizonal ini akan mengikat cetakan atau bekisting dengan erat di sekeliling kolom. Bahkan juga berguna dalam pengecoran yang dimana  berat agfegat basah dapat menekan panel plywood diteruskan menuju pada penguat tegak. Sampai pada akhirnya akan ditahan oleh balok horizontal ini. Sementara untuk material lain yang digunakan dalam proses ini adalah klem baja.

Untuk membersihkan semua kotoran yang dapat mempengaruhi kualitas beton, maka pada salah satu panel harus disediakan lubang pada dasar panel. Lubang ini berfungsi untuk membersihkan bagian dasar yang ada pada kolom sebelum akhirnya dilakukan proses pengecoran. Lubang ini disebut dengan cleanout hole yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

  1. Penyangga (Braching)

Cetakan (bekisting kolom) harus disangga dari berbagai arah dengan tujuan supaya tidak mengalami perubahan posisi, terutama ketika proses pengecoran sedang berlangsung. Material yang biasa digunakan adalah pipa besi, balok kayu, dan pipa-pipa scaffolding.

Tahap Pemasangan Cetakaan (Bekisting Kolom)

Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa Anda ikuti dalam memasang bekisting kolom:



  1. Langkah yang pertama adalah menetapkan posisi yang pada pada kolom dengan menggunakan alat ukur.
  2. Pembuatan sebuah tanda khusus untuk sepatu kolom sesuai dengan ukuran kolom yang sudah direncanakan. Caranya adalah menarik benang yang sudah dibasahi dengan cat. Lalu ditarik dari bagian ujungnya dan mengontrol kelurusan atas posisi kolom-kolom yang lain.
  3. Jika sudah maka sepatu kolom bisa dipasang.
  4. Melakukan pamasangan dan melengkapi tulangan kolom yang mencakup pemasangan beton decking di setiap sisi bagian luar tulagan.
  5. Melakukan pemasangan panel cetakan (bekisting kolom) yang sudah dilapisi dengan minyak. Jika sudah maka bagian sudut pertemuan panel harus ditutup untuk mengatisipasi terjadinya kebocoran sewaktu-waktu.
  6. Pemasangan klem kolom sesuai dengan rencana.
  7. Cetakan atau bekisting harus dalam posisi yang vertikal dan disangga dengan sangat kuat, yang mana harus menggunakan thedolile.
  8. Kotoran atau sisa-sisa potongan kayu dan kawat yang ada didalam cetakan (bekisting) harus dibersihkan melalui cleanout hole.
  9. Melakukan pengecoran beton dengan ketinggian yang sudah direncanakan, yakni lebih dari 2,5 cm di atas elvasi dasar balok.
  10. Jika beton di rasa cukup kuat, maka cetakan (bekisting) bisa langsung dilepas.

Baca juga: Cara Menghitung Kubikasi Beton

Jenis Bekisting Kolom

Ada banyak sekali jenis bekisting yang biasa digunakan dalam pekerjaan kolom, yaitu:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *