Menghitung Volume Bekisting Tangga Yang Benar

Posted on

Volume Bekisting Tangga – Dalam pekerjaan konstruksi beton, bekisting bisa dijadikan sebagai salah satu material konstruksi pendukung. Bekisting dibuat dari berbagai jenis bahan konstruksi seperti alumunium, kayu, dan masih banyak lagi yang lainnya. Pembuatan bekisting ini sendiri tergantung dari jenis material yang digunakan. Namin dalam pemilihan materialnya harus mempertimbangkan berbagai segi, yakni dari segi teknis pemasangan dan segi nilai ekonomisnya.



Untuk membuat bekisting biasanya bisa dibentuk secara konvensional di lokasi pekerjaan. Selain itu, cara membuat bekisting tangga juga bisa dilakukan dengan melalui sistem pabrikasi atau bisa juga dengan pengembangan sistem bekisting yang mudah dalam melakukan pemasangan, daya tahan yang dimiliki cukup kuat, mampu tahan lama dan mudah untuk dibongkar.

Dari penjelasan tersebut maka bisa diambil kesimpulan bahwa bekisting merupakan suatu konstruksi non-permanen yang mampu menahan sebuah beban berat seperti beton basah dan beban ketahanan lamanya bahan itu sendiri. Selain itu, bekisting juga bisa dijadikan sebagai sarana pendukung. Untuk mencetak konstruksi beton, bekisting bisa dijadikan sebagai sarana pendukung yang sudah disesuaikan dengan bentuk, ukuran, rupa dan juga tekstur permukaan yang diinginkan.

Bekisting memang memiliki peran yang sangat penting dalam produksi konstruksi beton. Salah satu fungsi bekisting yang paling umum adalah untuk membuat berbagai jenis tangga dari hunian tempat tinggal. Bekisting biasa digunakan sebagai dasar pembuatan tangga beton. Tangga yang dibuat dengan rancangan bekisting memiliki fungsi sebagai penghubung lantai satu dengan lantai yang ada di atasnya.

Baca juga: Cara Menghitung Sudut Kemiringan Tangga

Contoh Perhitungan Bekisting Tangga

Perhitungan bekisting tangga ini bisa dibilang sederhana dan cukup mudah dilakukan. Untuk lebih jelasnya silahkan simak contoh berikut ini.



1. Perhitungan Volume Bekesting Anak Tangga (20/30)

Optrade = 0,20 m
Lebar Anak Tangga = 1,4 m
Jumlah Anak Tangga = 14
Sehingga :
V1 = O x L x Jumlah Anak Tangga
V1 = 0,20 x 1,4 x 7 = 1,96 m2

2. Perhitungan Volume Bekesting Anak Tangga (20/15)



Optrade = 0,20 m
Lebar Anak Tangga = 1,4 m
Jumlah Anak Tangga = 1
Sehingga :
V1 = O x L x Jumlah Anak Tangga
V1 = 0,20 x 1,4 x 1 = 0,28 m2
Jadi jumlah Volume V1=1,96 + 0,28 = 2,24 m²

3. Perhitungan Volume Bekesting Plat Tangga

Tebal Plat = 0,17 m
Lebar Plat = 1,4 m
Panjang Plat = 6,82m
Sehingga :
V2 = ( L x P ) + ( T x P ) x 2
V2 = ( 1,4 x 6,82) + ( 0,17 x 6,82 ) x 2 = 11,86 m2

4. Perhitungan Volume Bekisting Plat Bordes

V3 = 1,25 x 2,75 = 3,44 M2
Sehingga Volume Keseluruhan Untuk Pekerjaan Pengecoran
Tangga lantai 1 ke lantai 2
Vtotal = ( (V1 + V2 )x 2 ) + V3
Vtotal = ( (2,24 + 11,86 ) x 2 ) + 3,44 = 31,64 m2

5. Menghitung Volume Pekerjaan Tangga Beton



Rumus: Volume = luas tangga x tebal tangga
Tebal Tangga = 10 CM
Luas tangga = jumlah anak tangga x panjang x lebar anak tangga
Jumlah anak tangga = 13 bh
lebar = 30 CM; dan panjang = 70 CM
Luas tangga = 13 x 0.3 x 0.7 = 2.73 M2
Jadi volume tangga beton = 2.73 x 0.1 = 0.273 M3

Baca juga: Cara Menghitung Jumlah Anak Tangga

Cara Pemasangan Bekisting Tangga

Pekerjaan tangga termasuk dalam pekerjaan beton bertulang struktur tanggayang memiliki fungsi sebagai tempat lalu lintas antar lantai. Tangga merupakan konstruksi yang dibuat secara khusus sebagai penghubung dua tingkat vertikal yang memiliki jarak antara satu sama lain.

Konstruksi tangga adalah suatu konstruksi yang terdiri dari injakan dan tanjakan. Pekerjaan tangga meliputi:

Pekerjaan Pemasangan Bekisting

Pekerjaan bekisting adalah tahapan pekerjaan dalam konstruksi tangga yang biasanya dimulai sebelum pekerjaan penulangan. Bekisting ini sendiri fungsinya memang sebagai wadah atau cetakan untuk beton. Pekerjaan bekisting tangga pada umumnya menggunakan sistem semi konvesional.

Sistem konvesional tersebut akan nampak dengan adanya penggunaan plywoof dan scaffolding. Berikut ini adalah langkah-langkah pelaksanaan dalam pekerjaan bekisting tangga:

  1. Sebelum melakukan pemasangan bekisting, pertama harus melakukan pekerjaan pengukuran dan marking terlebih dahulu. Pekerjaan marking merupakan tanda untuk kemiringan tangga yang ingin dipasangi bekisting, serta sebagai injakan dan tanjakan.
  2. Selanjutnya adalah memasang jack base yang memiliki fungsi sebagai penyangga utama untuk selalu menjaga mainframe agar selalu berdiri dengan kokoh dalam menopang beban yang dipikul. Penggunaan jack base disini adalah untuk mengatur ketinggian atau elevasi scaffolding yang sesuai dengan ketinggian yang sudah direncanakan.
  3. Jika sudah maka bisa dilanjutkan dengan memang mainframe yang merupakan struktur utama dari scaffolding itu sendiri.
  4. Melakukan pemasangan cross brace sebagai pengaku dan pengikat antar mainframe untuk selalu menjaga struktur scaffolding agar tetap kokoh dan berdiri tegak.
  5. Lalu dilanjutkan dengan memasang u-head jack yang berguna sebagai penyangga balok suri-suri. Selain itu, u-head juga memiliki fungsi sebagai pengatur ketinggian dan kemiringan bekisting.
  6. Melakukan pemasangan plywoof dengan kemiringan yang sudah direncanakan sebagai dasar plat tangga. Kemudian di pasang plywood di bagian kanan dan kiri tangga sebagai cetakan tanjakan.

Baca juga: Desain Railing Tangga Minimalis

Pekerjaan Pemasangan Tulangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *