Cara Memasang Batu Bata Yang Rapi

Posted on

Teknik Pemasangan Batu Bata Tukang Profesional – Batu bata merupakan salah satu material bangunan yang biasa digunakan untuk pembuatan dinding. Sebagian dari kita mungkin hanya tahu bahwa material ini dibuat dari tanah saja. Seiring dengan perkembangan jaman, batu bata kini sudah dibuat dari berbagai macam bahan lain selain tanah.



Dibandingkan dengan material yang lainnya, batu bata memiliki keunggulan yang jauh lebih kuat, awet, murah dan mudah untuk dipadatkan di pasaran. Inilah yang menjadi alasan mengapa kebanyakan orang lebih memilih batu bata daripada material lain seperti kayu.

Sedangkan untuk masalah pemasangan batu bata sendiri bisa dibilang cukup mudah. Namun jika Anda masih seorang pemula maka ada beberapa cara atau teknik yang harus dipahami agar mendapatkan tatanan yang rapi, lurus, dan seragam. Maka dari itu, kali ini kami akan membahas mengenai cara memasang batu bata yang mungkin bisa membantu Anda sebelum melakukan pemasangan. Silahkan simak beberapa cara berikut ini.

Baca juga: Penerapan Pondasi Batu Bata Untuk Rumah

Panduan Cara Memasang Bata Merah

Dalam pemasangan batu bata memang harus dilakukan secara teliti, perhatikan juga masalah kesamaan tinggi spesi mortar di masing-masing sisi. Jika tidak, batu bata yang terpasang tidak akan bisa lurus ataupun rapi. Jarak bata merah sendiri tentu tidak sama, ini karena tebal spesi mortarnya juga sangat beragam.

Persiapan Alat

Sebelum mulai melakukan pemasangan, ada beberapa alat yang harus disiapkan terlebih dahulu, yaitu:



  • Cangkul
  • Cetok
  • Benang
  • Waterpass
  • Meteran
  • Palu
  • Selang Air Kecil

Pemasangan Bata Merah

Berikut ini adalah cara pemasangan bata merah yang baik dan benar:

  1. Langkah pertama Anda harus membuat acuan pemasangan. Dalam hal ini Anda bisa menggunakan jidar yang dibuat dari bahan kayu atau alumunium. Jidar memiliki fungsi untuk mengukur lurus atau tidaknya pemasangan yang dilakukan secara vertikal. Sementara itu, untuk acuan horisontal maka anda bisa menggunakan benang kasur yang sudah diberi pemberat bandul lot.
  2. Langkah selanjutnya Anda bisa menggunakan selang air berukuran kecil untuk mengukur tinggi pasangan bata merah antara satu sisi dengan sisi yang lain. Selang tersebut bisa diisi dengan air yang sudah diberikan pewarna sebelumnya.
  3. Kemudian siapkan juga spesi mortar fresh, yang dimana adukannya harus menyesuaikan kebutuhan pemasangan. Jika belum dilakukan pemasangan maka jangan membuat adukan yang terlalu banyak. Spesi mortar nantinya dapat mengeras karena adanya bahan semen. Sehingga kurang sesuai jika digunakan untuk pemasangan bahan dinding.
  4. Pemasangan bisa dimulai pada baris yang pertama. Selalu patuh jidar yang Anda gunakan untuk mendapatkan hasil yang sesuai. Anda bisa melakukan pengukuran dengan cara meneropong mata, apakah pemasangan yang dilakukan sudah lurus atau masih ada kebengkokan.
  5. Saat menambahkan spesi mortar tentunya harus sama banyak dan sama tebal untuk mendapatkan hasil pemasangan yang rapi. Selain itu, penggunaan material mulai dari semen, pasir dan bata merah tidak sesuai dengan perhitungan awal.
  6. Cara memasang bata merah harus secara bertahap. Hal ini berarti bahwa Anda harus memasang seluas satu meter ke samping dan satu meter ke atas. Jika sudah maka bagian yang sudah dipasang harus dibiarkan mengering terlebih dahulu. Kemduaian pemasangan bisa dilanjutkan ke sisi lainnya yang bukan di sisi atasnya.
  7. Jika tumpukan masih belum benar-benar kering namun sudah dipasang tinggi tentu akan berbahaya karena bisa menyebabkan terjadinya kerobohan. Usahakan untuk memasang bata merah secara vertikal terlebih dahulu. Tujuannya tak lain agar tatanannya bisa menjadi kuat lebih dahulu.
  8. Setelah pemasangan bata merah sudah selesai dilakukan, langkah berikutnya adalah mengecor tiang di berbagai sudut. Selain jauh lebih praktis, pengecoran ring balok pada sudut ruangan bisa semakin memperkuat pasangan bata merah.

Itulah cara memasang bata merah yang dapat dipelajari kemudian praktekkan. Jika Anda merupakan seorang tukang bangunan atau bahkan pemula maka usahakan untuk selalu melakukan pengecekan pada posisi lurus tidaknya pasangan material dinding tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *