Cara Menghitung Jumlah Anak Tangga Yang Benar

Cara Menghitung Kemiringan Tangga – Tangga adalah komponen bangunan bertingkat yang memiliki peran sangat penting karena berfungsi sebagai penghubung antarlantai. Keberadaan tangga bisa mempengaruhi desain suatu bangunan secara menyeluruh.

Maka dari itu, pembuatan tangga yang baik harus mempertimbangkan aspek kenyamanan, keamanan, dan nilai estetikanya.

Perhitungan Jumlah Anak Tangga

Sebelum membangun tangga, penting sekali untuk memperhatikan jumlah anak tangga yang akan menyusunnya. Sementara untuk perhitungan jumlah anak tangga ini juga harus disesuaikan dengan ukuran tinggi dan lebarnya.

Hal ini untuk menghindari bentuk tangga yang terlalu landai karena bisa membuat jarak tempuh lebih panjang, atau justru sangat curam sehingga dapat membahayakan para pengguna dan menguras banya tenaga untuk menaikinya.

Nah, pada artikel ini kami akan menjelaskan mengenai cara menghitung anak tangga yang benar lengkap sekaligus bagian-bagian dan fungsi tangga supaya nantinya Anda bisa membuat tangga dengan benar. Mari langsung saja simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Bagian-Bagian Tangga

Sebuah tangga rumah terdiri dari beberapa bagian penting. Semua bagian tersebut menjadi satu kesatuan dan setiap bagian mempunyai peranan yang berbeda-beda. Adapun beberapa bagian tangga dan fungsinya adalah sebagai berikut:

Bagian-Bagian Tangga

  1. Ibu Tangga

Ibu tangga adalah bagian dari tangga yang berfungsi sebagai penopang dari anak tangga. Oleh karena itulah bagian ibu tangga ini menjadi kekuatan paling utama dari konstruksi tangga. Ibu tangga umumnya berada di bagian tengah ataupun tepi anak tangga.

  1. Anak Tangga

Selain ibu tangga, ada juga istilah anak tangga, yaitu merupakan bagian dari sebuah tangga yang memiliki fungsi sebagai pijakan pada saat ingin menuju lantai berikutnya. Ibu tangga ataupun anak tangga biasanya dibuat dari bahan dasar kayu, baja, besi dan beton.

  1. Bordes

Bordes adalah bagian dari sebuah tangga yang memiliki peran sebagai tempat untuk berhenti sejenak pada saat Anda ingin menaiki ataupun menuruni tangga. Bordes memiliki ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan ukuran anak tangga, namun untuk lebarnya tetap sama.

  1. Railing

Dalam elemen pembentuk tangga, ada juga istilah railing atau pegangan yang digunakan sebagai pegangan untuk menaiki ataupun menuruni tangga. Railing juga merupakan salah satu elemen yang memiliki peran sangat penting karena bisa membantu seseorang untuk bisa menaiki tangga.

  1. Baluster

Baluster adalah bagian tangga yang berfungsi sebagai penyangga dari railing. Selain itu, baluster juga memiliki fungsi sebagai pembatas atau pagar di bagian sisi tangga. Hal tersebut dilakukan untuk bisa memberikan rasa aman, apalagi jika lansia dan anak-anak yang menggunakan tangga.

Baca Juga:  Desain Railing Tangga Minimalis

Cara Menghitung dan Menentukan Jumlah Anak Tangga

Cara Menghitung dan Menentukan Jumlah Anak Tangga

Cara menghitung jumlah anak tangga bisa dilakukan dengan menggunakan rumus yang berlaku pada anak tangga atau undak-undak, yaitu :

ULN = 2t + l = 60 s/d 65 cm

Keterangan :

  • ULN : ukuran langkah naik yang ideal
  • t : tinggi anak tangga (optrede)
  • l : lebar anak tangga (antrede)
  • 60 s/d 65 cm : konstanta jarak yang idea

Rumus tersebut berdasarkan pada satu langkah arah datar yang paling ideal yaitu sekitar 60 sampai 65 cm. Sementara untuk melangkah naik dibutuhkan tenaga hingga 2 kali lebih besar jika dibandingkan dengan melangkah datar.

Misalnya saja selisih tinggi lantai : 320 cm, dengan contoh perhitungan sebagai berikut:

  • t = 16 cm dan I = 26 cm. Jika rumus diatas dimasukkan yaitu 2t + 1 + (2.16) + 26 = 58 cm mengacu pada rumus yang berlaku bahwa idealnya adalah 60 sampai 65 cm. Maka sesuai hasilnya yaitu akan sangat landai.
  • Apabila kita coba dengan ukuran t = 20 dan I = 28. Jika rumus diatas dimasukkan yaitu 2t + 1 = (2.20) + 28 = 68 cm. Dengan angka 68 yang dimana jauh lebih besar dari idealnya yaitu 65 cm maka hasilnya nanti akan terlalu curam.
  • Apabila dicoba dengan menggunakan ukuran t = 18 dan I = 28. Jika rumus diatas dimasukkan yaitu 2t + 1 = (2.18) + 28 + 64. Nah, angka 64 ini masuk dalam angka ideal antara 60 sampai 65 maka ini merupakan ukuran ideal yang bisa digunakan.

Jika Anda sudah berhasil menemukan angka yang ideal, maka jumlah anak tangga yang kami sarankan yaitu (320 / 18) -1 = 17,778 – 1 = 16,778 buah anak tangga.  Jumlah anak tangga 16,778 ini bisa Anda bulatkan keatas menjadi 17 buah.

Selisih beda tinggi anak tangga dibagi secara merata 320 / t-1 + 17,778 cm. Mengingat bahwa selisihnya tidak lebih dari 1 cm sehingga tidak akan terasa, maka untuk beda tinggi anak tangga diletakkan pada satu anak tangga yang paling bawah atau paling atas.

Cara Menghitung Kemiringan Tangga

Cara Menghitung Kemiringan Tangga

Agar lebih jelasnya, kami akan membahas mengenai cara menghitung kemiringan tangga. Sebenarnya cara menghitung kemiringan tangga bisa dibilang sangat sederhana. Ukuran kemiringan tangga bisa dihasilkan dari perbandingan antara tinggi (lantai bawah dengan lantai atas) dan panjang tangga (yaitu ruang yang diperlukan untuk tangga). Kedua koefisien kemiringan tangga ini selanjutnya dirumuskan menjadi:

Z = y / x

Z = koefisien kemiringan tangga

Y = tinggi tangga (cm)

X = panjang tangga (cm)

Koefisien kemiringan (z) = 1, ini berarti y = x dan membentuk kemiringan 45o. Berdasarkan dari hal tersebut, maka untuk kemiringan tangga akan dibedakan menjadi:

  • Lantai miring 6o sampai  20o dengan koefisien kemiringan 0,1-0,36.
  • Lantai miring 24o sampai 45o dengan koefisien kemiringan 0,36-0,44.
  • Lantai miring 45o sampai 75o dengan koefisien kemiringan 0,44-1,0.
  • Lantai miring 75o  sampai 90o dengan koefisien kemiringan >3,7.

Untuk bisa mendapatkan tangga yaitu dengan kemiringan kurang lebih 24o sampai 45o maka untuk tinggi tangga (y) harus lebih kecil daripada nilai panjang tangga (x). Dimana nilai maksimal y = x tangga yang sangat landai (y lebih kecil dari x) tidak akan bisa memberikan rasa kenyamanan. Hal ini karena kaki terpaksa untuk menaiki undakan tangga yang terlalu banyak dengan ketinggian tertentu.

Tips Memilih Desain Tangga

Tips dari kami jika Anda ingin mendesain tangga untuk rumah minimalis maka gunakan tinggi lantai 3 meter. Apabila lebih dari 3 meter seperti misalnya 3,5 meter tentu akan membutuhkan banyak anak tangga sehingga ruangan nantinya banyak terpakai, untuk bagian lebar tangga cukup berukuran 60 sampai 70 cm. Sedangkan untuk lebar anak tangga kami sarankan 25 cm.

Tips Memilih Desain Tangga

Untuk tips penempatan tangga, khususnya dalam sebuah ruangan maka jangan sampai menganggu pandangan dan juga sirkualasi tangga. Pada saat Anda merencankan pembuatan tangga maka semaksimal mungkin Anda harus bisa membuat ruangan tersebut menjadi lebih indah dan enak untuk dipandang.

Baca Juga: Cara Menghitung Kebutuhan Keramik

Selaniunya untuk tips jenis desain tangga, kami sarankan tangga dengan dengan desain spiral yang bahan materialnya dibuat dari baja jangan sampai digunakan dalam ruangan. Hal ini karena sangat tidak cocok. Selain itu juga bisa mengurangi nilain keindahan interior. Sebaiknya tangga yang digunakan dalam ruangan terbuat dari bahan beton dan untuk desainnya bisa menggunakan desain L atau U.

Tangga spiral dengan bahan material baja lebih cocok untuk digunakan di luar ruangan, seperti menjadi penghubung antara lantai bawah ke dak beton yang umumnya dipakai untuk menjemur pakaian. Kecuali jika tangga spiral ini dibuat secara khusus dengan sentuhan seni, maka akan cocok digunakan dalam ruangan.

Demikian informasi dari kami mengenai “Cara Menghitung Jumlah Anak Tangga yang Benar” yang sudah kami sampaikan secara lengkap dan jelas. Semoga bemanfaat.

Sumber:

Leave a Comment