Rumus Dan Cara Menghitung Kubikasi Beton

Posted on

Rumus Dan Cara Menghitung Volume Beton – Konstruksi beton pada umumnya terbagi dalam beberapa macam bentuk seperti bentuk kubus, balok, segitiga dan lingkaran. Bahkan ada juga bangunan yang memiliki bentuk seperti trapesium.



Hal tersebut karena lokasi lahan sebagai tempat pembangunan tidak kotak sepenuhnya. Mungkin karena lebih lebar depan dibanding belakang, atau mungkin sebaliknya. Bisa jua sisi kiri lebih panjang daripada sisi kanan.

Sebenarnya ini merupakan sebuah rumus yang sudah pernah dipelajari ketika duduk di sekolah dasar. Jika Anda seorang pelajar mungkin cukup mudah untuk dilogiskan. Namun jika Anda merupakan orang dewasa yang sudah pasti sibuk dengan urusan pekerjaan, tentu sangat wajar jika lupa.

Baca juga: Metode Pelaksanaan Beton Pracetak

Rumus Cara Menghitung Kubikasi Beton

Beton adalah salah satu bahan bangunan yang populer di Indonesia, apalagi memiliki beberapa jenis seperti instan, pracetak dan prategang. Pada pembahasan ini kami akan menjelaskan bagaimana cara menghitung kubikasi beton secara lengkap dan jelas.

  1. Menghitung Volume Beton Plat Lantai

Perlu diketahui bahwa letak plat lantai sebenarnya tidak berada di atas tanah secara langsung, namun hanya sebagai pembatas antara tingkat satu dengan yang lainnya. Bahkan juga biasa disebut dengan konstruksi dak. Hal ini karena menggunakan beton sebagai materialnya karena memang dinilai jauh lebih kuat.



Untuk volume beton yang menggunakan satuan meter kubik sudah pasti bisa diandalkan kekuatannya. Sebagai contoh, panjang dari plat lantai adalah 9 m memiliki lebar 8 m dengan ketebalan 12 cm maka cara menghitungnya adalah sebagai berikut.

Rumus Volume = P x L x T

Keterangan:

  • P adalah Panjang
  • L adalah Lebar
  • T adalah Tinggi atau Tebal
Panjang 9m
Lebar 8m
Tebal 12cm = 0,12m
Volume beton  9 x 8 x 0,12 = 8,64 m3
  1. Menghitung Volume Balok Beton

Balok beton adalah sebuah komponen yang memiliki fungsi sebagai penyangga lantai bagian atas. Material yang satu ini mempunyai karakter yang sangat lentur. Salah satu kelebihan yang dimilikinya yaitu mampu mengatasi gaya geser ataupu jika teradi guncangan pada bangunan.



Balokan juga biasa disebut sebagai listplang dan mempunyai perhitungan volume dasar. Jika berhasil mengetahui volumenya maka Anda akan semakin mempermudah Anda dalam menghitung kebutuhan pembuatan dan bahan material yang diperlukan.

Volume Balok = P x L x K

Keterangan:

  • P adalah Panjang
  • L adalah Lebar
  • K adalah Kedalaman
Panjang 9m
Lebar 25cm = 0,25m
Kedalaman 40cm = 0,4m
Volume balok  9 x 0,25 x 0,4 = 0,9m3

Baca juga: Komponen Bekisting Kolom

  1. Void (Jika Ada)

Void merupakan bagian dak yang kosong dan biasa digunakan untuk lubang tangga. Void digunakan untuk pengurangan volume plat lantai, karena itu merupakan bagian yang tidak di cor.

Sebagai contoh, void memiliki panjang 1 m dengan lebar 2 m maka cara menghitung kubikasi betonnya adalah sebagai berikut: 1 m x 2 m x 0.12 m = 0.24 m3.

Sekarang tinggal dilakukan penjumlahan, yaitu:



8.64 + 5.1 = 13.74 dikurangin Void 0.24 = 13.5 m3

  1. Menghitung Volume Kanopi Beton

Beton juga biasa dimanfaatkan sebagai bahan kanopi di bagian rumah. Fungsinya dapat menghalangi sinar matahari dan air hujan. Bahkan juga bisa digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga awet.

Kanopi beton umumnya memiliki ukuran ketebalan mulai dari 6 sampai 8 cm. Jika misalnya terlalu berat maka sudah pasti dapat mempengaruhi keseimbangan bangunan. Sedangkan cara perhitungannya cukup mudah karena tinggal dikalikan saja.

Volume kanopi beton = p x l x t

p 0,6m
l 3,5m
t 0,08m
Volume kanopi beton 0,6 x 3,5 x 0,08 = 0.268m3
  1. Menghitung Volume Cor Beton Jalan

Kebanyakan orang saat ini banyak yang lebih memilih beton daripada aspal. Alasannya tak lain karena harganya jauh lebih murah. Selain itu, beton juga lebih mudah untuk ditemukan karena hampir di jual di seluruh toko bangunan.

Perhitungan cor beton jalan raya akan jauh lebih mudah jika menggunakan rumus. Sehingga biaya yang harus dikeluarkan hampir mendekati akurat. Adapun cara perhitungan volumenya adalah sebagai berikut:

Volume cor beton = p jalan x l jalan x t cor

p 400m
l 3m
t 30cm = 0,3m
Volume balok  400 x 3 x 0,3 = 360m3

Baca juga: Perhitungan Volume Pondasi Rumah 2 Lantai

Cara Menghitung Kebutuhan Truck Mixer Beton

Sebelumnya sudah diketahui bahwa yang dibutuhkan adalah sebanyak 360 m3. Kemudian Anda bisa langsung melakukan pemesanan kepada supplier beton readymix sesuai dengan volume yang dibutuhkan. Selain itu, juga bisa melakukan pemesanan dalam satuan truck. Namun Anda juga harus mengetahui berapa kapasitas muat satu buah truck, seperti misalnya menggunakan ukuran sebagai berikut:

  • Apabila truck berisi 7 m3 = 360 m3 / 7 m3 = 52 truck
  • Apabila truck berisi 9 m3 = 360 m3 / 9 m3 = 40 truck
  • Apabila truck berisi 12 m3 = 360 m3 / 12 m3 = 30 truck

Cara Menentukan Angka Safety Factor

Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan untuk menghitung kebutuhan beton ready mix adalah menentukan safety factor. Bagi Anda yang merupakan pemula atau sekedar belajar saja, maka sebagai safety factornya Anda bisa menggunakan angka sebesar 2.5%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *