Cara Menghitung Volume Pondasi Yang Benar


Menghitung Volume Pondasi – Pondasi adalah suatu komponen yang memiliki peran sangat penting dalam konstruksi bangunan. Bahkan pondasi merupakan bagian bangunan yang harus dibuat pertama kali sebelum membangun bagian yang lainnya.



pondasi rumah

Mengingat pentingnya pondasi dalam suatu bangunan maka jenis pondasi yang kuat dan kokoh akan selalu dijadikan sebagai bahan pertimbangan paling pertama dalam membangun rumah tradisional maupun rumah modern.

Baik atau tidaknya kualitas dari pondasi rumah akan memberikan pengaruh besar terhadap daya tahan dan kekuatan tersebut.

Fungsi Pondasi

Fungsi Pondasi

Pondasi memiliki fungsi untuk menopang seluruh beban (hidup dan mati) yang ada di bagian atasnya serta gaya-gaya dari luar. Pondasi juga menjadi bagian dari struktur yang berguna untuk dapat meneruskan beban untuk menuju lapisan tanah pendukung di bagian bawahnya.



Pondasi Berdasarkan Kondisi Tanah

Pondasi Berdasarkan Kondisi Tanah

Seperti yang sudah kami jelaskan bahwa pondasi adalah struktur bangunan yang terletak di bagian paling bawah dan menjadi kunci dari kekuatan bangunan atau rumah tersebut. Jika pondasi bangunan kuat maka sudah pasti bangunan atau rumah tersebut nantinya bisa berdiri dengan kokoh. Demikian sebaliknya, jika pondasi bangunan tidak kuat maka dapat dipastikan bahwa bangunan tidak mampu bertahan lama dan mudah sekali roboh.

Maka dari itu, sebelum membuat sebuah pondasi maka ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan, yaitu kondisi tanah yang ingin dibangun, waktu pengerjaan dan biaya, kondisi dari daerah lingkungan sekitar, dan juga konstruksi yang berada diatas pondasi atau upper structure.

Namun dari beberapa aspek tersebut, yang benar-benar harus dipertimbangkan dalam membuat pondasi adalah kondisi tanah yang ingin dibangun. Hal ini karena kondisi tanah dapat mempengaruhi kekuatan dari pondasi bangunan. Disamping itu, pondasi sendiri memiliki banyak sekali jenisnya seperti pondasi



Baca Juga: Detail Pondasi Rumah 2 Lantai

Jenis-Jenis Pondasi

Sebelum membahas mengenai cara menghitung volume pondasi yang ingin digunakan, penting sekali untuk mengetahui tentang jenis pondasi yang ingin digunakan. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya mengenai jenis-jenis pondasi bangunan atau rumah:

  1. Pondasi Batu Kali

 Pondasi Batu Kali

Pondasi batu kali biasa digunakan pada bangunan yang sederhana atau bangunan yang hanya memiliki satu lantai, dimana kondisi tanah bangunan cukup keras.

Pondasi batu kali merupakan salah satu bagian dari struktur bangunan yang dimana berasal dari sekumpulan batu alam dan kemudian dibentukan dengan ukuran yang sudah ditentukan dengan mengggunakan bahan pengikat yang terdiri dari bahan campuran adukan beton.

  1. Pondasi Telapak atau Foot Plate

Pondasi Telapak atau Foot Plate

Pondasi telapak memiliki bentuk seperti telapak kaki. Pondasi ini pada umumnya digunakan untuk bangunan yang terdiri dari dua lantai atau bangunan yang memiliki ketinggian atap yang tidak lazim seperti gedung sekolah, bangunan masjid, gedung olahraga dan lain sebagainya.



Pondasi telapak terbuat dari bahan dasar beton bertulang. Sedangkan untuk dasar pondasi telapak bisa memiliki bentuk persegi panjang ataupun persegi.

  1. Pondasi Tiang Pancang

Pondasi Tiang Pancang

Pondasi tiang pancang adalah sebuah pondasi yang digunakan pada tanah dengan tekstur lembek atau tanah berawa. Pondasi tiang pancang (pile foundation) merupakan bagian dari suatu struktur yang memiliki fungsi untuk menerima ataupun menyalurkan beban secara langsung dari struktur bagian atas ke  bagian tanah penunjang yang terletak pada kedalaman tertentu.

Material yang umumnya digunakan pada pondasi tiang pancang ini adalah kayu baja atau stell dan beton.

  1. Pondasi Bore Tile

Pondasi Bore Tile

Pondasi bore tile merupakan jenis pondasi dalam yang memiliki fungsi untuk dapat menyalurkan beban bangunan ke dalam lapisan tanah yang keras, dimana bangunan tidak mampu lagi untuk ditampung jika menggunakan pondasi dangkal sehingga membutuhkan daya dukung tambahan.

Cara Menghitung Volume Pondasi Bangunan atau Rumah

Untuk proyek hunian maka biasanya pondasi yang digunakan adalah pondasi batu kali. Selain jenis pondasi batu kali, jika rumah Anda terdiri dari dua lantai maka Anda bisa menggunakan pondasi rumah jenis foot plate.

Hal ini karena memang pondasi rumah telapak atau foot plate jauh lebih kuat dan stabil jika digunakan pada bangunan bertingkat yang sederhana. Berikut ini kami akan menjelaskan mengenai cara menghitung volume pondasi batu kali dan pondasi telapak (foot plate):

  1. Menghitung Pondasi Batu Kali

Pondasi Batu Kali

Pondasi batu kali memang sangat cocok untuk digunakan pada bangunan rumah sederhana yang terdiri dari satu lantai karena kualitas tanah tidak akan mengalami perubahan meskipun dipasang pondasi batu kali didalamnya.

Jenis pondasi ini memiliki bentuk trapesium yang memiliki lebar bagian atas pondasi sekitar 25 cm. Sedangkan untuk masalah lebar pada bagian bawahnya bisa disesuaikan dengan beban berat yang akan ditopangnya. Namun standar paling umum yang biasa digunakan adalah sekitar 70 sampai 80 cm.

Pondasi batu kali mempunyai kelebihan dan kekurangan jika dibandingkan dengan pondasi yang lainnya. Adapun kelebih pondasi batu kali adalah sebagai berikut:

  • Pelaksanaan yang lebih mudah
  • Waktu pengerjaan yang sangat cepat
  • Material yang mudah sekali didapatkan seperti misalnya batu belah
  • Cocok sekali untuk pembangunan rumah dengan dana yang minim karena pembuatannya terbilang ekonomis

Sedangkan untuk kekurangan pondasi batu kali adalah sebagai berikut:



Leave a Comment