Harga Dan Jenis Dek Kayu (Flooring Kayu)


Harga Dan Jenis Dek Kayu (Flooring Kayu) – Penutup lantai menjadi bagian yang memiliki peran penting dalam hunian rumah. Lantai sendiri bisa dibilang merupakan penutup bagian permukaan tanah yang dapat menunjang aktivitas dalam ruang sekaligus membentuk karakter ruang.



Ada banyak sekali jenis lantai yang bisa digunakan untuk membentuk karakter sebuah ruang baik ruang terbuka ataupun tertutup, salah satunya adalah lantai kayu. Jenis lantai ini banyak digunakan di rumah-rumah minimalis yang mengusung tema alam. Namun sekarang sudah mulai diterapkan di rumah-rumah mewah karena memiliki nilai estetika lebih.

Selain digunakan di dalam ruangan, lantai kayu juga bisa diaplikasikan di luar ruangan (outdoor). Untuk lantai kayu outdoor biasa disebut dengan decking kayu atau deck kayu.

Baca juga: Harga Kalsideck Dan Pemasangannya

Mengenal Deck Kayu

Decking kayu atau deck kayu merupakan salah satu jenis lantai yang digunakan khusus untuk area terbuka atau luar ruangan. Lantai kayu outdoor ini banyak diterapkan di halaman rumah, balkon, rooftop, teras, jembatan, tepi kolam renang dan pagar. Ukurannya yang terbilang cukup tebal dan keras membuatnya sangat cocok untuk diaplikasikan sebagai pagar bangunan.



Perlu diketahui bahwa jenis-jenis kayu yang dimanfaatkan untuk pembuatan decking tentunya bukan jenis kayu yang semabarangan. Hal ini karena kayu yang digunakan harus memiliki tekstur yang keras, tidak mudah mengalami bentuk, keropos, anti rayap dan pastinya tahan terhadap segala macam perubahan cuaca.

Jenis-Jenis Kayu untuk Decking Luar Ruangan

 

Ada 5 jenis kayu terbaik yang biasa digunakan sebagai penutup lantai luar ruangan. Beberapa jenis kayu tersebut adalah kayu ulin kalimantan, kayu merbau, kayu bengkirai, kayu keruing, dan kayu kempas. Masing-masing jenis kayu tersebut tentunya memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri.



Baca juga: Harga Kalsiclad Dan Pemasangannya

  1. Kayu Ulin Kalimantan

Kayu ulin pada umumnya terbagi dalam dua jenis, yaitu ulin kalimantan dan ulin sulawesi. Jika dilihat dari bentuk fisiknya, kayu ulin kalimantan jauh lebih keras daripada kayu ulin sulawesi. Kayu ulin kalimantan mempunyai warna kuning dengan serat yang cukup padat dan lurus. Meskipun terpasang dalam jangka waktu yang cukup lama, kayu ulin ini akan mengalami perubahan menjadi hitam. Namun hal tersebut tidak akan mengurangi kualitasnya.

Kayu ulin mempunyai tingkat kekerasan kelas I, tingkat kuat kelas I, tingkat awet kelas I, anti rayap, tahan terhadap segala macam cuaca dan anti jamur. Karena memiliki tekstur yang sangat keras, jika pemotongannya kurang tepat maka bisa membuat mesin pemotongnya menjadi tumpul dan bahkan patah. Disamping itu, paku juga tidak bisa menembus kayu ini. Harus dilakukan pengeboran terlebih dahulu untuk membuat kayu uling berlubang dan dapat dipaku.

Hanya saja kualitas kayu ulin berbanding terbalik dengan jumlah kayu ulin di perhutani. Sehingga harga decking kayu ulin yang ada di pasaran sangat mahal. Hal ini dikarenakan penanaman kembali kayu ulin sangat sulit, ditambah pertumbuhannya yang membutuhkan waktu cukup lama.

  1. Kayu Bengkirai

Kayu bengkirai memiliki tingkat kekerasan yang sama dengan kayu ulin. Kayu yang berasal dari Kalimantan ini secara teknis mempunyai tingkat kekerasan kelas I (sangat keras), tingkat kekuatan yang bervariasi, tingkat awet antara I,II, III sama dengan kayu jati. Jenis kayu ini mempunyai warna kuning sedikit merah cerah kecoklatan. Mempunyai serat yang lurus dan bagian permukaan yang kasar.

Kayu bengkirai tergolong kayu yang keras namun mempunyai resiko cetak dan lengkung yang sangat tinggi. Jika dibandingkan dengan kayu ulin, kayu bengkirai lebih mudah untuk diolah sehingga tak heran banyak sekali pengolahan kayu bengkirai di berbagai pertukangan.

Kayu bengkirai termasuk dalam jenis decking kayu yang mempunyai reputasi cukup baik di pasaran. Ini dibuktikan dengan banyaknya peminat kayu bengkirai untuk dijadikan sebagai lantai kayu outdoor. Apalagi untuk masalah kualitas sudah pasti terbaik dengan harga yang cukup terjangkau.



  1. Kayu Merbau untuk Lantai Kayu Outdoor

Kayu merbau atau yang biasa disebut dengan kayu besi merupakan jenis kayu yang berasal dari Papua. Tingkat kekerasan yang dimiliki kayu ini sangat tinggi dengan warna khas merah kecokelatan. Namun ada juga yang memiliki warna merah kuning, tergantung dari usia kayu merbau itu sendiri. Kayu ini juga mempunyai serat lurus yang sangat mirip dengan kayu kelapa.

Jika dilihat secara teknis, kayu ini mempunyai tingkat kekerasan kelas I, tingkat kuat II, dan tingkat awet II. Memang lebih keras daripada kayu jati, namun masih dibawah kayu ulin dan kayu bengkirai. Kelebihan yang dimiliki oleh kayu ini adalah tahan terhadap segala macam perubahan cuaca, anti rayap, dan tidak mudah mengalami perubahan bentuk.

Kayu merbau banyak digunakan sebagai lantai kayu bukan hanya dari segi estetikanya saja, tetapi juga sangat baik dari segi medis. Kayu merbau mampu mengeluarkan banyak ion negatif ke udara, dimana ion negatif ini memberikan manfaat yang sangat baik untuk kesehatan.

Sebelum menggunakan kayu merbaus sebagai penutup lantai, Anda harus tahu bahwa kayu ini sering mengeluarkan getah merah yang sulit untuk dihilangkan jika terkena air. Jadi sangat tidak direkomendasikan jika diterapkan di tepi kolam renang karena akan membuat kolam tersebut berwarna merah. Untuk menghilangkan getah merah ini harus menggunakan teknik dan tahapan-tahapan khusus yang sudah pasti membutuhkan waktu lebih lama.

  1. Kayu Kempas

Kayu kempas adalah jenis kayu yang mempunyai tingkat keras kelas I, tingkat kuat kelas I- II dan keawetan kelas III-IV. Jenis kayu ini mempunyai tingkat kembang susut yang sedang dan tidak mudah mengalami retak. Warna kayu ini adalah merah bata dengan garis kuning muda sedikit coklat.



Leave a Comment