Jarak Gording Atap Rumah Dan Perhitungannya

Menghitung Jarak Gording Atap Rumah – Atap adalah bagian dari suatu struktur bangunan yang memiliki fungsi sebagai penutup atau pelindung dari segala macam cuaca baik itu cahaya matahari ataupun hujan sehingga akan memberikan kenyamanan bagi penghuni bangunan.

Perlu diketahui bahwa struktur atap terdiri dari tiga bahan yang utama, yakni bagian struktur penutup atap, gording, dan juga rangka kuda-kuda.

Struktur Atap Sederhana

Gambar. Struktur Atap Sederhana

Penutup atap umumnya akan didukung oleh struktur atap, yang terdiri atas kuda-kuda, usuk, gording, dan juga reng. Beban-beban tersebut nantinya akan diteruskan langsung ke dalam pondasi dengan melalui kolom atau balok. Dengan adanya konstruksi atap maka akan membuat sirkulasi udara menjadi lebih baik. Untuk lebih detailnya mari lihat bagian-bagian atap seperti gambar di bawah ini.

Baca juga: Jenis Jenis Kayu Untuk Atap Rumah

Bentuk-Bentuk Atap

  • Lapisan Limasan atau Perisai

Lapisan Limasan atau Perisai

Gambar. Tampak Depan (a) dan Tampak Samping (b)

Atap Limasan/Perisai

Gambar. Potongan Bujur (i-i); Potongan Melintang (ii-ii)

Atap Limasan

Gambar. Tampak Muka

  • Atap Pelana

Atap Pelana

Gambar. Tampak Depan (a) dan Tampak Samping (b)

Atap Pelana

     Gambar. Potongan Depan / Bujur (i-i); Potongan Samping / Melintang (ii-ii)

  • Atap Gerigi atau Gergaji (Sawteeth)

Atap Gerigi (Gergaji)/ Sawteeth

Gambar. Atap Gerigi atau Gergaji

  • Atap Joglo

Atap Joglo

Gambar. Joglo Tanpa Soko Guru (a) dan Joglo dengan Soko Guru (b)

Bagian-Bagian Atap Rumah

Konstruksi atap terdiri dari beberapa bagian, yaitu gording, jurai, usuk, reng, penutup atap dan bubungan. Berikut ini adalah penjelasan secara detail mengenai bagian-bagian atap rumah tersebut:

Bagian-Bagian Atap Rumah

  1. Kuda-Kuda

Kuda-kuda merupakan penopang utama pada struktur atap. Kuda-kuda tergolong dalam bagian struktur framework atau truss. Terbuat dari bahan dasar kayu, bambu, beton bertulang dan baja. Pada umumnya digunakan sebagai pendukung atap rumah dengan bentang maksimal kurang lebih 12 m.

Biasanya kuda-kuda dapat menopang beban atap rumah hingga mencapai 10 meter. Baja yang berfungsi sebagai pendukung atap rumah, dengan menggunakan sistem frame work atau lengkung mampu menahan beban atap hingga bentang 75 meter, seperti misalnya pada stadion oleh raga, hanggar pesawat, bangunan pabrik, dan lain sebagainya.

Kuda-kuda yang terbuat dari bahan beton bertulang sangat baik untuk digunakan pada bagian atap dengan bentang kurang lebih 10 sampai dengan 12 meter. Sedangkan kuda-kuda yang dibuat dari bahan baja atau kayu dibutuhkan ikatan angin untuk dapat memperkaku struktur kuda-kuda di arah horizontal.

Berikut ini adalah berbagai jenis kuda-kuda yang paling umum digunakan:

  • Kuda-kuda Jenis 1

Kuda-Kuda Untuk Bentang 3-4 meter

Gambar. Kuda-Kuda Untuk Bentang 3-4 meter

Kuda-kuda jenis ini biasa digunakan pada bangunan rumah dengan bentang 3 sampai 4 meter. Kuda-kuda ini terbuat dari bahan dasar kayu dan juga beton bertulang.

  • Kuda-kuda jenis 2

Kuda-Kuda Untuk Bentang 4-8 meter

Gambar. Kuda-Kuda Untuk Bentang 4-8 meter

Kuda-kuda jenis ini biasa digunakan pada bagunan rumah dengan bentang kurang lebih 4 sampai dengan 8 meter. Terbuat dari bahan dasar kayu dan beton bertulang.

  • Kuda-kuda jenis 3

Kuda-Kuda Untuk Bentang 9-16 meter

Gambar. Kuda-Kuda Untuk Bentang 9-16 meter

Kuda-kuda jenis ke tiga ini biasa digunakan untuk bentang kurang lebih 9 sampai 16 meter. Bahan dasar yang digunakan untuk pembuatan jenis kuda-kuda ini adalah baja atau double angle.

  • Kuda-kuda jenis 4Kuda-Kuda Untuk Bentang 20 meter

Gambar. Kuda-Kuda Untuk Bentang 20 meter

Kuda-kuda jenis 4 ini biasa digunakan pada bentang yang mencapai lebih dari 20 meter. Bahan dasar yang digunakan adalah baja atau double angle.

  • Kuda-Kuda Jenis 5

Kuda-Kuda Baja

Gambar. Kuda-Kuda Baja

Kuda-kuda jenis ini biasa digunakan pada bangunan gedung yang sudah pasti membutuhkan atap tinggi. Bangunan-bangunan yang membutuhkan atap tinggi adalah gedung olahraga, hanggar, ataupun gudang, dan lain sebagainya.

  1. Gording

Bagian gording umumnya akan membagi bentangan atap rumah dalam jarak yang terbilang sangat kecil pada proyeksi horizonal. Bagian ini memiliki fungsi untuk meneruskan beban dari penutup atap, reng, beban angin, beban angin, orang dan beban air hujan pada titik-titik buhul kuda.

Gording terletak di bagian atas kuda-kuda dan umumnya tegak lurus dengan arah kuda-kuda. Gording biasa dijadikan sebagai tempat ikatan bagi usuk, sementara untuk posisi gording disesuaikan terlebih dahulu dengan panjang usuk yang ada.

Gording memang harus terletak di bagian atas titik buhul kuda-kuda, sehingga untuk bentuk kuda-kuda lebih baik disesuaikan sendiri dengan panjang usuk yang ada. Dimensi  yang dimiliki oleh gording kayu yaitu panjang maksimal 4 m, tinggi 12 cm dan juga lebar 10 cm. Sedangkan jarak antar gording kayu kurang lebih 1,5 sampai 2,5 cm.

Gording atap rumah dari baja profil canal atau light lip channel pada umumnya memiliki dimensi : panjang satu batang kurang lebih 6 sampai 12 meter, tinggu mulai dari 10 sampai dengan 12 cm dengan tebal 2,5 mm. Profil WF mempunyai panjang kurang lebih 6 sampai dengan 12 meter, untuk tingginya sekitar 10 sampai 12 cm dengan tebal sekitar 0,5 cm.

  1. Usuk atau Kaso

Usuk memiliki fungsi untuk menerima semua beban langsung dari bagin penutup atap dan reng yang kemudian meneruskannya ke bagian gording. Bahan dasar pembuatan usuk adalah kayu yang memiliki ukuran 5/7 dengan panjang maksimal 4 m. Bagian usuk dipasang dengan jarak sekitar 40 cm hingga 50 cm antara yang satu dengan lainnya. Untuk arahnya harus tegak lurus gording.

Usuk sendiri bisa terhubung langsung dengan bagian gording dengan menggunakan paku. Pada kondisi yang tertentu, sebelum dipaku bagian usuk harus dibor terlebih dahulu. Hal ini bertujuan supaya nantinya bagian ujung-ujung usuk terhindar dari pecah.

  1. Reng

Reng adalah batang kayu yang memiliki ukuran 2/3 cm atau 3,5 cm dengan panjang kurang lebih 3 m. Reng biasa dijadikan sebagai tumpuan penutup atap dan meneruskannya ke bagian usuk atau kaso. Untuk bagian atap yang menggunkan penutup dari material asbes maka sirap atau reng ini tidak akan digunakan.

Reng hanya akan digunakan pada atap rumah yang menggunakan penutup dari genteng. Biasanya reng akan dipasang pada arah tegak lurus dan untuk jaraknya harus disesuaikan dengan panjang dari bagian penutup atapnya atau genteng.

  1. Jurai

Pada pertemuan antar sudut akan ditemui batang baja/kayu/frame-work yang biasa disebut dengan jurai. Pengertian lain jurai adalag garis sambungan antara satu bidang atap dengan bidang atap lainnya. Berdasarkan bentuknya, jurai dibedakan menjadi dua macam, yaitu jurai dalam dan jurai luar.

Jurai dalam adalah balok kayu yang diletakkan secara miring dengan arah menghadap kedalam. Jurai dalam memiliki fungsi untuk tempat pertemuan dan tumpuan antara balok goring satu dengan balok gording yang lainya serta sebagai dudukan papan talang. Pada umumnya kayu yang dimanfaatkan sebagai jurai dalam memiliki ukuran 8 cm x 12 cm atau 8 cm x 15 cm. Sementara pengertian jurai luar yaitu sambungan yang menonjol ke arah luar.

  1. Penutup Atap

Penutup atap merupakan struktur atap yang letaknya berada di bagian paling luar. Penutup atap seharusnya memiliki sifat anti air dan mampu mencegah rembesan air ketika hujan terjadi secara terus menerus. Sifat anti rembes tersebut telah diuji dengan pengujian serapan air dan rembesan air.

Baca juga: Harga Dan Ukuran Atap Spandek

Seperti yang kita tahu bahwa struktur atap adalah bagian yang berhubungan secara langsung dengan beban-beban kerja (cuaca) sehingga Anda harus memilih bahan-bahan atap yang berkualitas seperti anti air dan tahan terhadap perubahan segala macam cuaca.

Adapun struktur penutup yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah genteng, asbes, kayu (sirap), polyacarbonat, seng plat beton dan lain sebagainya.

Leave a Comment