Jarak Balok Dan Tiang Penyangga Bondek


Jarak Balok Dan Tiang Penyangga Bondek – Bondek merupakan pelapis dasar cor yang memiliki fungsi sebagai struktur pengganti besi. Material ini biasa digunakan dalam pekerjaan beton konvesional.



Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan bondek adalah baja ringan yang dibentuk sedemikian rupa sehingga bisa difungsikan dalam bekisting, sistem penguatan, dan aplikasi langit-langit rumah atau gedung.

Ada banyak sekali keunggulan yang ditawarkan oleh bondek, yaitu mudah dalam pemasangan, pengaplikasiannya sangat serbaguna dan kuat. Bentuknya yang bergelombang membuat bondek lebih mudah dan cepat untuk dipasang, sehingga tenaga kerja yang dibutuhkan juga tidak banyak.

Bondek juga terkenal sangat awet dan mampu tahan lama, serta tahan terhadap korosi karena bercampur alumunium. Selain memiliki tampilan desain yang nampak canggih dan modern, bondek juga tahan terhadap api. Berikut ini kami akan menjelaskan bagaimana cara memasang bondek pada struktur beton. Silahkan langsung saja simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Cara Menyambung Bondek

Cara Memasang Bondek Setelah Membuat Balok Penyangga

Terdapat dua macam cara yang bisa digunakan untuk memasang bondek pada struktur beton, yakni dengan cara membuat balok penyangga terlebih dahulu atau bisa juga merangkai besi beton balok dan plat lantai sehingga proses pengecoran bisa langsung dilakukan. Adapun cara pemasangan bondek setelah membuat balok penyangga adalah sebagai berikut:



  1. Pertama Anda harus meletakkan bondek ke arah bentangan balok yang paling pendek.
  2. Pasang end stop di bagian tepi bondek supaya beton tidak menjadi tumpah.
  3. Usahakan untuk memasang tiang penyangga sementara jika memang dibutuhkan.
  4. Untuk mengurangi beban yang tidak merata ketika melakukan pengecoran atau ketika coran masih belum mengering, Anda bisa menggunakan penyangga di beberapa titik yang tertentu. Jarak penyangga yang disarankan adalah 1,5 meter.
  5. Bagian permukaan balok harus rata dan pastinya juga tidak bergelombang. Hal ini bertujuan supaya tidak terjadi kegagalan struktur karena beban yang tidak merata pada bagian permukaan bondek.
  6. Sangat disarankan untuk memang penguat bondek ketika melakukan pengecoran. Tujuannya tak lain supaya bondek tidak bergeser.

Pemasangan Bondek Bersama dengan Besi Tulangan

Cara yang satu ini bisa dibilang lebih menguntungkan karena proses pengecoran hanya perlu dilakukan sebanyak satu kali. Namun Anda juga bisa mendapatkan konstruksi beton T yang jauh lebih baik jika menerapkan teknik pemasangan yang satu ini. Adapun langkah-langkah pemasangan bondek bersamaan dengan besi tulangan balok adalah sebagai berikut:

  1. Masing-masing bondek harus dipasang pada 2 balok pemikul, dengan jarak kurang lebih sekitar 2,5 cm dari bagian pinggir besi balok yang masih belum dicor.
  2. Apabila sudah dibentangkan, Anda bisa mulai memasang angkur-angkur dengan besi beton yang ditembuskan menuju bondek.
  3. Angkur bisa mulai dibengkokan dan kemudian diikatkan pada besi balok.

Baca juga: Proses Pemasangan Bondek Dari Awal Sampai Selesai

Cara Menghitung Kekuatan Plat Bondek

Salah satu cara paling mudah yang bisa digunakan untuk menghitung kekuatan pelat bondek adalah dengan melihat brosur yang dibuat oleh produsennya. Hal ini karena bondek memang merupakan produk pabrik, sehingga sudah ada standar yang tersendiri untuk kekuatannya.  Misalnya saja seperti pada tabel produk pelat deck di bawah ini:

Sedangkan cara menghitungnya adalah sebagai berikut:



  • Sebagai contoh, jika misalnya jarak antara balok adalah 2500 mm.
  • Karena bangunan berada di permuhan, maka bondek yang digunakan harus memiliki panjang 5 meter. Sehingga akan terjadi kondisi double.
  • Untuk tebal pelat lantai yang harus digunakan adalah 120 mm.
  • Beban hidup adalah 200 kg/m2
  • Sehingga akan diperoleh bondek BMT 0.70

Perhitungan Plat Lantai

Untuk melengkapi pembahasan pada artikel kali ini, kami juga akan menjelaskan mengenai cara perhitungan plat lantai. Pada pembahasan di bawah ini sudah kami sajikan contoh perhitungan lengkap beserta cara perhitungannya.

  1. Menentukan Properti Material dan Dimensinya

Untuk masalah mutu beton dan mutu baja bisa Anda tentukan sendiri. Dimana untuk mutu beton plat yang diambil sama seperti mutu beton yang digunakan untuk balok. Lebih jelasnya,  silahkan simak contoh berikut ini:

  • Mutu beton yang dipakai, fc’ = 25 Mpa
  • Mutu baja yang dipakai, fy = 240 MPa (Disini kami menggunakan tulangan diameter 10 mm dimana fy untuk diameter ≤10 mm yaitu 240 MPa)
  • Dimensi untuk plat lantai:
  • ly, bentang paling panjang = 6000 mm
  • lx, bentang pendek = 4000 mm
  • Sehingga, K = ly/lx = 1.5 (jika ≤ 2.5 maka termasuk dalam plat lantai 2 arah)
  1. Menentukan Tebal Plat

Sebenarnya ada rumus yang bisa digunakan untuk menentukan tebal plat minimum untuk plat2 arah. Namun jika melakukan perhitungan menggunakan rumus tersebut akan memperlambat pekerjaan. Sebagai structural engineer, pastinya Anda sudah memiliki pengalaman tersendiri dalam menentukan tebal plat.

Cara yang bisa digunakan adalah mengambil tebal plat yang paling umum digunakan yaitu 120 mm, 150 mm, 200 mm, dan seterusnya. Dari sini Anda bisa langsung periksa kolerasinya dengan jumlah tulangan yang dapat dihasilkan. Namun jika ternyata menggunakan plat tipis sehingga mendapat tulangan yang boros maka Anda harus menambah sedikit tebal plat supaya mendapat hasil yang lebih maksimal.



Leave a Comment