Macam Macam Ukuran Scaffolding


Macam Macam Ukuran Scaffolding – Proyek konstruksi yang ada di Indonesia semakin lama sudah semakin berkembang. Hal ini tentunya berdampak pada permintaan scaffolding, baik itu berupa sewa scaffolding ataupun pembeliannya.



Maka dari itu, bagi Anda yang bekerja dalam bidang konstruksi bangunan penting sekali untuk mengetahui ukuran main frame pipa scaffoling supaya nantinya bisa sesuai dengan kebutuhan dan apa yang dibutuhkan. Ukuran yang digunakan untuk pipa scaffolding pada umumnya terbagi dalam beberapa jenis.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai ukuran scaffolding secara lengkap. Tetapi sebelum, itu kami akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai bagian-bagian scaffolding berikut ini.

Baca juga: Harga Sewa Scaffolding

Bagian-Bagian Scaffolding

  1. Soleplate

Soleplate merupakan salah satu bagian scaffolding yang berperan penting pada area tumpuan perancah. Scaffolding harus berpijak kuat pada kondisi tanah yang stabil, ini karena soleplate berada di bagian paling bawah sehingga bersentuhan secara langsung dengan tanah.



Soleplate pada scaffolding memiliki fungsi seperti halnya tapak yang mampu menahan tumpuan pada batang perancah. Selain itu, soleplate juga akan mendistribusikan beban secara merata pada tanah.

  1. Baseplate

Bagian kedua yang dimiliki oleh sebuah scaffolding adalah baseplate. Basplate merupakan bagian yang berada di bagian atas solplate secara sejajar dengan frame tumpuhan  utama. Bagian tersebut berfungsi sebagai tumpuan berbagai tiang penyangga yang dapat menahan beban pekerja yang akan dipikul oleh baseplate.

Harga perancah untuk bagian basplate ini bisa dibilang cukup murah, karena bagian ini seringkali bermasalah terutama jika perancah digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama.

  1. Standard

Standard adalah bagian yang memiliki peran sangat penting dalam sebuah scaffolding. Hal ini karena standard bertanggung jawab atas semua bagian yang ada di atasnya. Maka dari itu, pemasangan standard harus dilakukan secara baik dan benar. Selain itu, bahan yang digunakan juga harus dibuat dari jenis logam yang cukup kuat dan kokoh.



Bagian ini biasa digunakan untuk memastikan masalah keamanan para pekerja yang bekerja pada ketinggian ketika menggunakan scaffolding. Penting untuk diperhatikan bahwa keamanan memang harus diperiksa dan diperbaharusi secara rutin untuk selalu memastikan keselamatan para pekerja.

  1. Ledge Transom

Ledger adalah sebuah rangka dengan bentuk sudut 90 derajat yang berdekatan dengan bagian transom. Bagian scaffolding ini berhubungan secara langsung dengan standard, dimana ledger memiliki panjang yang lebih panjang dari transom. Sedangkan untuk transom sendiri mempunyai fungsi yang tidak jauh berbeda dengan ledger.

Transom memiliki fungsi utama yang dapat mengikat standard secara horizontal dan vertikal. Perbedaan antara transom dan ledger berada di bagian ukuran panjang dan posisinya, transom memang lebih pendek dari legder.

  1. Tierood

Salah bagian yang bisa dijadikan sebagai acuan kuat tidaknya sebuah scaffolding atau perancah adalah tierood. Tierood atau yang biasa disebut dengan tie merupakan bagian scaffolding yang berada di bagian atas. Fungsinya adalah untuk mengangkut struktur yang lebih kuat dan kokoh dalam menopang beban.

  1. Croos Brace

Croos brace adalah bagian dari scaffolding yang ditempatkan secara diagonal. Bagian ini berfungsi untuk mengikat standard supaya memiliki kekuatan yang lebih. Dengan adanya cross brace maka seluruh beban akan terdistribusi secara merata di seluruh bagian scaffolding. Selain itu, croos brace juga memiliki fungsi sebagai pengikat supaya susunan frame scaffolding bisa tegak berdiri pada sisi bangunan yang sedang dikerjakan.

  1. Working Platform

Working platform merupakan bagian scaffolding yang memiliki fungsi sebagai tempat berpijak bagi kaki para pekerja ketika ingin menaiki bagian atas scaffolding. Jika sebuah scaffolding tidak dilengkapi dengan bagian ini maka dapat dipastikan bahwa para pekerja nantinya tidak bisa berpijak secara aman.



Bagian ini biasanya dipasang di bagian tengah perancah. Namun jika memang tidak memungkinkan, working platform juga bisa di pasang di bagian sisi luar scaffolding.

  1. Guardrail

Guardrail adalah bagian scaffolding yang berada di bagian paling atas. Bagian ini memiliki fungsi utama untuk menahan tubuh para pekerja supaya tetap aman saat bekerja di atas ketinggian. Selain itu, guardrail juga memiliki fungsi sebagai pagar pembatas bagi para pekerja untuk mengetahui sisi bagian luar bangunan.

Pada bagian ini, para pekerja juga bisa mengkaitkan body harness safety dengan tujuan untuk berjaga-jaga dari berbagai resiko yang tidak diinginkan.

Baca juga: Harga Scaffolding Terbaru

Berbagai Macam Ukuran Scaffolding

Japan Internasional Standard (JIS)

Scaffolding yang digunakan di Indonesia pada umumnya mempunyai ukuran standar internasional yang tertentu. Salah satunya yaitu pipa scaffolding dengan standar Internasional dari Jepang atau yang biasa disebut dengan pipa scaffolding JIS.

Jenis pipa yang satu ini sudah banyak digunakan dalam pengerjaan proyek di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Ukuran pipa scaffolding JIS ini mempunyai ukuran diameter kurang lebih sekitar 1.5 inci dengan ketebalan 2.5 mm.

British Standard (BS)

Ukuran scaffolding lain yang  biasa digunakan untuk pengerjaan berbagai konstruksi di Indonesia juga mengacu pada standar British atau yang biasa disebut dengan BS. Pipa scaffolding yang diproduksi oleh standr Jepang (JIS) tentu berbeda dengan standar BS.



Leave a Comment