Metode Pelaksanaan Beton Pracetak


Beton Pracetak – Pemilihan suatu metode menjadi hal yang penting diperhatikan saat melaksanakan sebuah proyek konstruksi. Dengan metode pelaksanaan yang tepat maka bisa memberikan hasil yang maksimal terutama dari segi biaya ataupun waktu.



Salah satu usaha yang biasa dilakukan oleh pengusaha proyek adalah mengganti berbagai cara konvensional menjadi modern, yakni dengan cara menerapkan beton pracetak.

Beton pracetak (precast concrete)

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai metode pelaksanaan beton precast atau yang biasa disebut dengan beton pracetak. Namun sebelum itu, mari simak terlebih dahulu mengenai kelebihan beton pracetak berikut ini.

Baca juga: Metode Pelaksanaan Beton Prategang

Mengapa Harus Menggunakan Beton Pracetak

Penggunaan beton pracetak menawarkan banyak kelebihan jika dibandingkan dengan beton kovensional. Adapun kelebihan dari beton pracetak adalah sebagai berikut:



  1. Waktu Pelaksanaan Proyek yang Lebih Cepat

Hal ini karena bisa melakukan overlapping pekerjaan. Seperti misalnya ketika proses pengerjaan pondasi sedang berlangsung, maka pengerjaan dalam pembuatan balok dan pelat pracetak sudah bisa dilakukan. Dengan demikian ketika pondasi dan kolom sudah siap, balok dan pelat pracetak bisa dipasang secara langsung.

  1. Mutu Terjamin

Proses  pembuatannya biasa dilakukan di pabrik sehingga bisa menghasilkan mutu beton yang lebih baik. Ketika melakukan pengecoran juga tidak terpengaruh oleh cuaca karena memang dapat dikerjakan di dalam ruangan.

  1. Mereduksi Biaya Konstruksi

Jika proses pengerjaan bisa dilakukan secara lebih cepat (overlapping) maka sudah pasti akan sangat menguntungkan kontraktor jika ditinjau dari segi waktu pelaksanaan yang sudah pasti akan berpengaruh pada biaya. Bahkan dalam hal ini bisa lebih mengehemat biaya sebesar 30% daripada penggunaan beton konvensional.

  1. Memiliki bentuk dan ukuran yang sudah pasti. Hasilnya sudah terlihat sangat jelas sebelum komponen dipasang pada struktur.
  2. Memudahkan dalam pengerjaan struktur ataupun finishing.

Penerapan  Metode Beton Pracetak

Metode beton precast atau pracetak ini dapat diterapkan di beberapa bagian konstruksi, seperti:



  • Tiang pancang
  • Balok pracetak
  • Kolom pracetak
  • dinding pracetak
  • pelat lantai pracetak
  • girder
  • diafragma jembatan
  • sheet pile atau sebagai penahan tanah
  • dan lain sebagainya

Baca juga: Rumus Menghitung Lendutan Balok

Metode Pelaksanaan Beton Pracetak

Beton pracetak merupakan seluruh atau sebagian dari elemen struktur yang dicetak pada suatu tempat tertentu baik itu di lingkungan proyek ataupun di pabrik yang selanjutnya dipasang pada strukturnya. Proses beton pracetak yang dilakukan di pabrik umumnya melalui produksi masal secara berulang dengan ukuran dan bentuk yang beragam. Harga beton pracetak cukup mahal karena cetakannya dibuat dari bahan plat baja yang bisa digunakan hingga 80 kali untuk setiap cetakan.

Sedangkan menurut SKSNI T-15-1991-03, beton pracetak merupakan komponen beton yang dicor di sebuah tempat yang bukan merupakan posisi akhir pada struktur. Kekuatan beton yang digunakan mulai dari 4000 hingga 6000 psi dengan kekuatan yang sangat tinggi.

Beton cor di tempat biasanya membutuhkan lebih banyak bekisting dan minimal dalam penggunaan ulang maksimal 10 kali. Sementara untuk beton precast bekisting (fiber glass) dapat digunakan hingga 50 kali dengan sedikit perbaikan.

Besi Tulangan Balok Pracetak



Pengecoran Beton Pracetak

Beton Pracetak Yang Sudah Dicor

Perakitan Beton Pracetak

Perakitan Beton Pracetak

Untuk mengangkut elemen pracetak yang ingin dipasang maka harus mempertimbangkan berbagai hal sebagai berikut:

  1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menuju lokasi.
  2. Jadwal pemasangan elemen pracetak yang sesuai dengan jadwal rencana.
  3. Alternatif jalan lain yang bisa dilewati jika misalnya jalan utama terjadi hambatan.
  4. Daya tampung lokasi proyek saat menerima pengiriman elemen pracetak.
  5. Kemampuan yang dimiliki oleh crane saat mengangkat elemen pracetak.

Sedangkan urutan pelaksanaan beton pracetak adalah sebagai berikut:

1. Persiapan cetakan atau bekisting

Berikut ini adalah beberapa syarat dari cetakan elemen beton pracetak:

a. Volume yang dimiliki oleh cetakan cukup stabil untuk percetakan berulang.

b. Mudah untuk ditangani dan anti bocor.

c. Cukup mudah dipindahkan, terutama untuk pelaksanaan.

2. Pengecoran yang dilakukan di lapangan atau proyek

3. Pembuatan tulangan

Dalam hal ini harus memotong berbagai macam bentuk dan ukuran tulangan sesuai dengan gambar atau softdrawing yang sudah direncanakan.

4. Pemasangan tulangan dalam cetakan atau bekisting

Melakukan perakitan atau pemasangan tulangan yang sudah dipotong ke dalam cetakan atau bekisting.

5. Membuat campuran beton

Dalam pembuatan campuran beton harus sesuai dengan mutu yang sudah direncanakan.

6. Pengecoran beton pada cetakan elemen

Jika campuran beton sudah selesai dibuat maka pengecoran beton pada cetakan atau bekisting sudah bisa dilakukan.

7. Sampling

8. Curing dan Quality Control

Setelah melakukan pengcoran, pada beton precast bisa dilakukan curing dengan tujuan agar terhindar dari penguapan air semen secara drastis sehingga mutu beton yang sudah direncanakan bisa terpenuhi.

9. Pembongkaran cetakan atau bekisting

Pembongkaran bekisting bisa dimulai jika kekuatan beton mencapai sekitar  20%–60% dari kekuatan akhir yang bisa dicapai, sekitar  3–7 hari pada suhu kamar.

10. Finishing

Setelah melakukan pembongkaran bekisting, maka langkah berikutnya adalah melakukan finishing pada elemen beton pracetak.



Leave a Comment