Metode Perbaikan Tanah Secara Fisik Dan Kimiawi


Metode Perbaikan Tanah Secara Fisik Dan Kimiawi – Tanah merupakan hal penting yang harus diperhatikan untuk mendirikan sebuah bangunan atau konstruksi. Mengapa? Karena tanah akan menjadi tempat dari fondasi bangunan tersebut berpijak.



Jika tanah yang digunakan mempunyai daya dukung yang kurang baik atau labil maka dapat dipastikan konstruksi nantinya bisa hancur saat tanah mengalami perubahan yang diakibatkan oleh gempa ataupun perubahan sifat dan bentuk tanah.

Maka dari itu, penting sekali untuk mengetahui beberapa metode yang biasa digunakan untuk memperbaiki tanah yang labil menjadi tanah yang mempunyai daya dukung teknik, memenuhi spesifikasi teknik, aman dan layak digunakan untuk mendirikan suatu bangunan.

Dalam dunia konstruksi, perbaikan tanah terbagi dalam dua metode, yaitu perbaikan tanah secara tradisional dan perbaikan tanah tanah dengan cara yang mekanis atau maju. Berikut adalah ulasan selengkapnya mengenai kedua metode tersebut.

Baca juga: Pengukuran Luas Tanah

Metode Perbaikan Tanah Secara Tradisional

Metode perbaikan tanah secara tradisional dilakukan dengan cara memberikan pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah. Namun juga bisa melalui pembentukan agregat dalam kondisi stabil, aerasi, dan sistem drainase tanah yang baik.



Infiltrasi air hujan ke dalam tanah bisa berlangsung secara maksimal, sehingga run-off akan menjadi berkurang dan dapat mengurangi erosi. Bahan organik juga akan membuattanah memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menahan air (water holding capcity), sehingga ketersediaan air untuk tanaman juga semakin banyak.

Pengolahan tanah secara tradisional pada umumnya juga berhubungan dengan berbagai kegiatan lain seperti penyebaran benih atau penanaman bibit, perlindungan pada tanaman, dan masa panen. Jika membahas mengenai sejarah pengolahan tanah maka perkembangan dalam tujuan dan metode pengolahan tanahnya juga diikuti dengan perkembangan desain baik dari segi bahan ataupun alatnya, seperti misalnya alat bajak sawah.

Metode Perbaikan Tanah yang Maju atau Mekanis

Metode perbaikan tanah yang modern / maju juga biasa disebut dengan energi. Metode ini biasa dilakukan terhadap tanah timbunan. Adapun untuk jenis tanahnya bisa berupa butir halus ataupun berbutis kasar.

Pemadatan bisa dilakukan dengan cara: gilasan, tumbukan, getaran, kombinasi a-c dan b-c.



Energi gilasan, tumbukan, dan getaran berperan penting untuk mendorong udara, air dan tanah mulai dari rongga atau pori-pori tanah. Selain itu, juga dapat memampatkan rongga berubah semakin kecil. Proses memampatkan tanah kemudian akan mengubah susunan butiran menjadi lebih kompak.

Cara gilas dan tumbukan hanya cocok digunakan untuk tanah kohesif atau berbutir halus.

Sedangkan cara gilasan dana getaran akan lebih cocok untuk tanah non-kohesif atau berbutir halus.

Alat pemadat kombinasi gilasan dan getaran adalah smoot wheel roller, lebih cocok untuk tanah dengan butiran kasar.

Sementara itu, pneumatic rubber tired roller cocok untuk tanah dengan butir kasar ataupun halus.

Usaha dalam Perbaikan Tanah

Ada beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk melakukan perbaikan tanah. Berikut ini pembahasan singkatnya:



  1. Beton Pra Cetak

Beton pra cetak merupakan bahan beton yang sudah dibuat di pabrik yang memiliki bentuk sesuai cetakan, dimana beton tersebut kemudian diangkut dan dipasang ke tempat lokaso konstruksi bangunan.

Sistem beton pra cetak menjadi salah satu metode konstruksi yang mampu menjawab kebutuhan di jaman sekarang ini. Selain itu, juga sangat praktis dan bisa memberikan manfaat untuk lingkungan serta menghemat biaya konstruksi bangunan.

  1. Serat Buatan (Geotekstil)

Geotekstil merupakan lembaran sintetis dengan bentuk yang tipis, fleksibel, permeable yang biasa digunakan untuk stabilisasi dan perbaikan tanah yang berhubungan dengan pekerjaan teknik sipil. Geotekstil juga menjadi salah satu cara modern yang biasa digunakan untuk perkuatan tanah lunak. Berikut ini adalah beberapa fungsi yang dimiliki oleh geotekstil:

  • Dapat memperkuat tanah lunak
  • Digunakan untuk konstruksi teknik sipil yang memiliki umur rencana cukup lama serta mendukung beban yang membutuhkan kekuatan besar seperti jalan rel dan dinding penahan tanah.
  • Sebagai lapangan pemisah, dalam hal ini berfungsi sebagai penyaring drainase dan sebagai lapisan pelindung.

Geotekstil sendiri terbagi dalam dua jenis, yaitu woven geotekstile (anyaman) dan non woven geotekstile (nir-anyam). Dengan menggunakan woven geotekstil dapat memberikan hasil yang lebih maksimal. Hal ini karena arah gaya bisa disesuaikan dengan arah serat, sehingga deformasi dapat dikontrol dengan baik. Sementara itu, pada non-woven geotekstil arah serat yang ada dalam strktur geotekstil menjadi tidak terarah. Sehingga jika dibebani maka bisa membuat deformasi yang sangat besar dan sulit untuk dikontrol.

  1. Penggunaan Alat Berat

Heavy Equipment atau yang biasa disebut dengan alat berat merupakan sebuah alat yang memiliki fungsi untuk membantu manusia dalam mengerjakan pekerjaan berat atau yang sulit dikerjakan dengan menggunakan tenaga manusia. Ada banyak tipe atau jenis alat berat, namun yang paling umum adalah sebagai berikut:

  • Loading Equipment

Loading Equipment merupakan alat yang biasa digunakan untuk menggali, mengangkat material yang berasal dari sumbernya menuju ke unit pembawa materialnya. Beberapa jenisnya adalah hydraulic shovel, hydraulic excavator, track type loader dan wheel type loader.

  • Heavy Support Equipment

Heavy Support Equipment merupakan spare part alat berat (alat berat) yang memiliki kegunaan sebagai sarana pendukung di sekitar loading area, dumping area ataupun area perjalanan mulai dari loading sampai dumping area. Beberapa jenisnya adalah track type tracktor atau dozer, motor grader, wheel type tracktor atau wheel dozer, dan asphalt compactor.

  • Lifting Equipment

Lifting Equipment merupakan alat berat yang biasa digunakan untuk mengangkat berbagai jenis beban maksimal yang bisa diangkat oleh alat tersebut. Adapun jenis-jenisnya adalah telescopic handler, pipelayer, dan forklift.

  • Hauling Equipment

Hauling Equipment merupakan alat berat yang biasa digunakan untuk memindah material dari loading area. Jenis-jenisnya yaitu off hihway truck, articulated dump truck dan scraper.

  • Drilling Machine

Drilling Machine merupakan spare part alat berat atau alat berat yang memiliki fungsi sebagai pengebor untuk membuat suatu lubang yang dijadikan tempat untuk meletakkan bahan peledak yang nantinya diledakkan.  Pada system pengeboran ini perusahaan blasting biasanya sudah menggunakan air compressor yang dirakit dengan menggunakan attachment bor untuk pengerjaan drilling.

  1. Perbaikan Tanah Menggunakan Bahan Kimia



Leave a Comment