Pengertian Dan Contoh MSDS Di Bidang Industri

Posted on

Pengertian Dan Contoh MSDS Di Bidang Industri – MSDS merupakan material safety data sheet, dimana dokumen ini memiliki fungsi sebagai pengidentifikasi dan berisi prosedur yag mengatur tentang berbagai langkah yang harus dilakukan saat menghadapi bahaya, identifikasi bahaya dan masalah, proses pencegahan sampai menentukan respons yang harus diambil.



Dalam pergerakan bisnis seperti sekarang ini, ada banyak sekali komponen dan aspek yang ada di dalamnya. Komponen dan aspek penting tersebut bisa membuat bisnis terus berkembang dan maju. Selain itu, aktivitas sehari-hari dalam industri juga akan selalu berjalan dengan lancar dan sesuai dengan standar yang ditentukan. Bahkan juga dapat menjamin ksehatan dan keselamatan seluruh pekerja.

K3LH merupakan sebuah prinsip yang dibuat secara khusus oleh pemerintah untuk menjamin keamanan para pekerja dalam dunia industri dan konstruksi. Maka dari itu, pekerja diharapkan untuk selalu mentaati segala macam peraturan yang sudah diberlakukan oleh perusahaan.

Kini memang sudah banyak industri yang memanfaatkan berbagai bahan kimia sebagai salah satu bagian dari bisnis yang dijalankan. Namun dalam hal ini tentu dibutuhkan sebuah sistem keamanan yang baik, salah satunya adalah MSDS.

MSDS (Material Safety Data Sheets) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan LDKB (Lembar Data Keselamatan Bahan) memiliki fungsi untuk menjadi pendataan material yang ada di dalam bahan-bahan kimia sehingga bisa memperoleh sebuah sistem keamanan yang baik.



MSDS memiliki peran penting dalam industri karena berisi tentang pemakaian zat kimia, pertolongan pertama jika mengalami kecelakaan yang disebabkan oleh bahan kimia itu sendiri, sampai dengan penanganan secara tepat untuk berbagai zat yang berbahaya. Khususnya identifikasi bahaya dari zat kimia yang mudah untuk terbakar.

Berdasarkan penjelasan singkat tersebut, bisa diambil kesimpulan bahwa MSDS (Material Safety Data Sheet) ini penting dan wajib untuk dimiliki.  Pada kesempatan kali ini kami akan membahas secara lebih lengkap mengenai pengertian dari MSDS. Kami juga akan menjelaskan mengenai kepentingan MSDS dalam industri dan berbagai informasi yang ada dalam MSDS itu sendiri.

Baca juga: Harga Sewa Scaffolding

Pengertian MSDS

Pengertian MSDS secara umum adalah sebuah lembar petunjuk yang berisi zat-zat kimia yang ada dan digunakan dalam sebuah industri. MSDS memang menjadi syarat wajib yang harus dimiliki oleh para pelaku industri yang memanfaatkan berbagai zat kimia dalam bisnis mereka. Hal ini karena unsur yang ada di dalam zat kimia tersebut bisa memberikan dampak buruk bagi orang lain jika tidak diperhatikan masalah keamanannya. Untuk bahan kimia yang berbahaya biasa disebut dengan B3.



Supaya terhindar dari berbagai dampak buruk dan bisa mengambil keputusan yang tepat jika mengalami masalah akibat dari zat-zat kimia tersebut, maka MSDS adalah jawabannya. Jika pelaku bisnis memiliki MSDS maka pihak berwenang tidak akan bisa memberikan hukuman. Pihak berwenang atau yang mewajibkan untuk menggunakan MSDS adalah Menteri Tenaga Kerja yang dimana hal ini sudah melalui Keputusan dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Kep-187/MEN/1999, pada Bab 1 Pasal 1.

Dalam keputusan tersebut sudah dijelaskan bahwa bahan kimia B3 merupakan bahan kimia berupa tunggal atau campuran yang disesuaikan dengan sifat kimia (fisika) dan toksikologi yang bisa membahayakan tenaga kerja, instalasi, dan lingkungan. Sehingga dibutuhkan MSDS untuk menjamin keamanan para tenaga kerja yang berhubungan secara langsung dengan berbagai bahan kimia tersebut.

Baca juga: Harga Saluran U Ditch Beton

Isi MSDS (Material Safety Data Sheet)

Isi dari MSDS pada dasarnya adalah informasi mengenai bahan kimia yang meliputi sifat fisika, kimia, jenis bahaya yang bisa ditimbulkan, masalah penanganan, tindakan yang diambil saat dalam keadaan darurat, pembuangan, dan berbagai informasi lain yang dibutuhkan.

Sedangkan informasi umum yang ada dalam sebuah MSD (Material Safety Data Sheet) adalah sebagai berikut:

  • Identitas mengenai seluruh bahan yang ada di dalamnya kurang dari 1%, dimana bahan ini bisa memberikan dampak yang bahaya bagi kesehatan atau bisa melepaskan bahan berbahaya yang lebih dari NAB (Nilai Ambang Batas) yang sudah ditentukan.
  • Dampak buruk bagi kesehatan yang meliputi tanda-tanda atau gejala jika terpapar.
  • Kondisi medis apabila terpapar.
  • Tempat masuknya bahan yang berbahaya ke dalam tubuh atau Route of Entry.
  • Bisa menimbulkan bahaya kanker
  • Sifat fisik dan kimia.
  • NAB (Nilai Ambang Batas) atau batas pajanan.
  • Peringatan mengenai bahaya.
  • Prosedur pembersihan.
  • Pemberian pertolongan pertama atau darurat.

Sedangkan untuk masalah isi MSDS sendiri bisa dibilang terhitung secara rinci dan banyak. Sehingga dibutuhkan penjelasan lebih detail dan banyak supaya mendapatkan sistem keamanan yang baik untuk menangani berbagai zat kimia tersebut.

Ada delapan poin penting harus ada untuk memberikan penjelasan secara rinci dan tepat dari berbagi zat kimia yang digunanan. Delapan poin tersebut adalah sebagai berikut:



  1. Mengidentifikasi bahan atau Material Identification
  2. Komposisi bahan yang berbahaya atau Hazardous Ingredients
  3. Sifat fisika dan kimia atau Physical and Chemical Charateristics
  4. Data potensi bahaya kebakaran dan ledakan atau Fire and Explosion Hazard Data
  5. Data potensi bahaya terhadap kesehatan atau Health Hazard Data
  6. Data reaktifitas atau Reactivity Data
  7. Prosedur untuk safety penanganan, tumpahan, kebocoran dan pembuangan limbah atau Precaution for Safety Handling and Use
  8. Tindakan pengendalian yang dilakukan untuk dapat mengurangi bahaya atau Control Measures

Baca juga: Desain Konstruksi Rumah Sarang Walet

Semua poin tersebut pastinya harus dipenuhi supaya industri selalu dalam kondisi aman dan keselamatan para pekerja terjamin. Untuk masalah format, Lembar Data Keselamatan diharuskan untuk mengikuti sistem harmonisasi global atau Global Harmonize System seperti yang sudah diterapkan melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 87 tahun 2009. Adapun format dari Lembar Data Keselaman Bahan (LDKB) adalah sebagai berikut:

1. Identifikasi Bahan Kimia

Melakukan indentifikasi mengenai nama bahan, nama perusahaan yang memproduksi, termasuk alamat produksi, sertifikasi dan deskripsi singkat dari pembentuk baha kmia yang diedarkan, sampai larangan, dan lain sebagainya. Penting sekali untuk mengetahui hal ini demi menjamin masalah keamanan.

2. Identifikasi Sifat Bahaya

  • Semua bahan yang ada di dalamnya harus terurai berupa persentase, sehingga pembeli nantinya dapat memahami takaran yang umum.
  • Pictogram berdasarkan GHS atau Globally Harmonized System.
  • Warning dan batasan dalam pemakaian juga harus diperhatikan.

3. Komposisi Informasi dari Semua Bahan

  • Sifat kimia seperti nama zat dan campuran zat harus memiliki keterangan SAS (Chemical Abstract Service). Nama umum, sinonim, dan juga nama pasar.
  • Zat yang memiliki kandungan kotran aditif yang dimana bisa menjadi zat berbahaya juga harus diberikan keterangan.
  • Berlaku juga untuk campuran, harus mencantumkan konsentrasi dengan persentasi secara tepat untuk semua bahan yang dijelaskan. Dalam hal ini juga termasuk variasi, kisaran konstentrasi dan batch produksi untuk produksi yang sudah dilakukan.

4. Tindakan Pertolongan Pertama

  • Memberikan instruksi mengenai pertolongan pertama jika mengalami kecelakaan dalam penggunaan ataupun saat proses pencampuran.
  • Memberikan penjelasan secara lengkap mengenai gejala yang bisa dialami, baik itu gejala ringan, gejala panjang ataupun efek tertunda yang bisa muncul kapan saja.
  • Langkah medis yang harus diambil dan perawatan yang dibutuhkan.

5. Tindakan Dalam Menangani Kebakaran

  • Merekomendasikan alat kebakaran yang harus diguakan sebagai bentuk perlindungan.
  • Alat pelindung yag harus digunakan oleh para petugas saat melakukan pertolongan.
  • Langkah yang harus diambil dan dijauhi saat terjadi kebakaran kimia seperti asap berbahaya.

Gambar Ilustrasi Asap Berbahaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *