Cara Menghitung Sumur Resapan Dan Contoh Analisa

Posted on

Cara Menghitung Sumur Resapan – Di beberapa wilayah terutama perkotaan selalu bingung dengan masalah banjir ketika musim penghujan tiba. Apalagi lahan hijau yang berfungsi untuk menyerap air hujan juga sudah semakin berkurang sudah dibangun menjadi gedung atau perumahan. Tanah yang dulunya ditutupi oleh rerumputan juga sudah diganti dengan beton dan aspal.



Pemerintah juga sudah melakukan beragam upaya untuk mengatasi banjir, mulai dari penambahan lahan terbuka hijau, normanilasasi drainase dan sungai, membuat kolam penampungan, bendung dan lainnya. Meski demikian, hal ini tentu masih membutuhkan dukungan dari kita.

Lalu apa yang bisa dilakukan masyarakat untuk membantu pemerintah dalam mengatasi banjir? Salah satu cara yang paling tepat adalah dengan membuat sumur resapan.

Baca juga: Cara Menghitung Curah Hujan Dan Contoh Soal

Pengertian Sumur Resapan

Sumur resapan merupakan salah satu teknik konservasi tanah dan air yang memiliki prinsip untuk memperluas bidang penyerapan sehingga aliran bagian permukaan akan menjadi berkurang secara optimal. Sedangkan menurut Dwi et al (2008), sumur resapan adalah sebuah sumur atau lubang pada permukaan tanah yang memiliki fungsi sebagai penampung air hujan supaya bisa meresap ke dalam tanah.

Sumur ini sudah pasti berbeda dengan sumur air minimum. Sumur resapan dalam hal ini berarti sebagai lubang yang bisa memasukkan air ke dalam tanah, sedangkan sumur air minimum diartikan sebagai lubang yang memiliki fungsi untuk menaikkan air tanah ke permukaan. Maka dari itu, dilihat dari segi konstruksi ataupun kedalamannya sudah pasti berbeda. Sumur resapan mempunyai kedalaman di atas muka air tanah, dan sumur air minum akan digali lebih dalam lagi (di bawah muka air tanah).

Baca juga: Cara Menghitung Dan Contoh RAB Saluran Drainase

Cara Kerja Sumur Resapan

Cara kerja sumur resapan adalah untuk menyalurkan kemudian menampung air hujan ke dalam lubang (sumur), supaya air hujan memiliki waktu yang lebih lama untuk berada di permukaan tanah sehingga secara perlahan akan meresap ke dalam tanah. Air yang meresap tersebut akan langsung merembes masuk ke dalam lapisan tanah sehingga disebut dengan lapisan tidak jenuh, lapisan ini masih mampu menyerap air.

Air yang berada pada lapisan tersebut akan menembus kedalam permukaan tanah (water table), yang dimana di bagian bawahnya terdapat air tanah (ground water), yang terjebak dalam akuifer. Sehingga masuknya air hujan ke dalam tanah membuat imbuhan air tanah dan jumlah air tanah dalam lapisan akuifer juga semakin bertambah.

Dengan prinsip kerja tersebut, maka jika Anda ingin membuat sumur resapan di halaman rumah, maka salurkan air hujan yang turun di sekitar rumah menuju sumur resapan. Dalam hal ini juga termasuk air hujan yang turun di bagian genting yang akan mengalir ke talang. Dari talang inilah air bisa langsung disalurkan menuju sumur resapan dengan menggunakan pipa seperti pipa paralon.

Sementara itu, jika air hujan turun selain di area genteng maka bisa langsung disalurkan menuju sumur resapan dengan cara membuat sebuah selokan (got kecil) di sekitar rumah. Selokan tersebut bisa dibuat dengan tingkat kemiringan tertentu sehingga air yang masuk ke dalam selokan bisa mengalir menuju sumur resapan.

Jika air yang masuk kedalam sumur resapan jumlahnya sangat berlebihan maka Anda bisa membuangnya dengan cara membuat pipa pembuangan. Pipa pembuangan ini memiliki fungsi untuk mengalirkan kelebiah air di dalam sumur resapan menuju saluran drainase atau saluran pembuangan di sekitar rumah.

Ilustrasi Prinsip Kerja Sumur Resapan yang Dibuat di Area Halaman Rumah

Baca juga: Harga Kawat Bronjong Per Kg Dan Per Meter

Syarat Pembuatan Sumur Resapan

  1. Sumur resapan harus berada di lahan yang datar, tidak di tanah berlereng, curam ataupun labil.
  2. Sumur resapan harus jauh dari tempat penimbunan sampah, septic tank (dengan jarak minimal lima meter yang diukur dari tepi), dan berjarak minimal satu meter dari pondasi bangunan.
  3. Penggalian sumur resapan dapat dilakukan sampai tanah berpasir atau maksimal dua meter di bawah permukaan air tanah. Kedalaman muka air tanah minimal 1,5 meter pada musim hujan.
  4. Struktur tanah harus mempunyai permeabilitas atau kemampuan tanah menyerap air. Aturan jelasnya, yakni lebih besar atau sama dengan 2,0 cm/jam atau genangan air setinggi dua sentimeter akan meresap habis dalam satu jam. Adapun klasifikasi permeabilitasnya adalah sebagai berikut:
    • Permeabilitas sedang, yaitu 2,0-3,6 cm/jam.
    • Permeabilitas tanah agak cepat atau pasir halus, yaitu 3,6-36 cm/jam.
    • Permeabilitas tanah cepat atau pasir kasar, yaitu lebih besar dari 36 cm/jam.

Proses Pembuatan Sumur Resapan Untuk Rumah Tinggal

Setelah semua persyaratan terpenuhi, maka kamu bisa langsung membuat sumur resapan sendiri di rumah. Adapun cara membuat sumur resapan adalah seperti berikut:

  1. Gali lubang dengan diameter berukuran 80-100 cm dan kedalaman lubang sekitar 1,5 meter. Kedalaman sumur tidak boleh mencapai atau lebih dari muka air tanah.
  2. Perkuat dinding sumur dengan menggunakan besi beton. Selain itu, pasang pula batu kosong untuk menahan dinding sumur agar tidak longsor.
  3. Selanjutnya, buat saluran water inlet menggunakan paralon untuk menyalurkan air hujan dari talang ke sumur resapan.
  4. Jangan lupa, buat pula saluran pembuangan water  outlet dari sumur menuju selokan. Saluran ini dapat membantu mengeluarkan limpahan air jika sumur resapan penuh.
  5. Isi bagian bawah sumur dengan koral setebal 15 sentimeter.
  6. Terakhir, tutup bagian atas sumur dengan plat beton lalu tutup kembali dengan tanah agar sumur reseapan lebih aman.

Metodologi

Selanjutnya kami akan memberikan sebuah tabel yang bisa dijadikan sebagai bahan acuan mengenai volume sumur resapan pada kondisi tanah permeabilitas rendah (sesuai dengan SK Gurbenru No. 17 Tahun 1992).

 Volume Sumur Resapan Pada Kondisi Tanah Permeabilitas Rendah (SK Gubernur No. 17 Tahun 1992)

Namun, jika Anda ingin mengetahui mengenai metode perhitungan dalam membuat sumur resapan supaya memberikan kontribusi yang maksimum, maka Anda bisa menggunakan metode perhitungan yang akan kami sampaikan berikut ini.

Baca juga: Cara Membuat Sumur Bor Dan Mencari Sumber Air

Perhitungan Sumur Resapan

  1. Perhitungan Intensitas Curah Hujan

Intensitas curah hujan disini berarti menghitung jumlah volume hujan dalam setiap satuan waktu. Perlu diketahui bahwa intensitas curah hujan di setiap daerah sudah pasti berbeda-beda. Intensitas curah hujan yang tinggi pada umumnya hanya sebentar dan memiliki ruang lingkup yang sempit. Sedangkan untuk hujan yang memiliki ruang lingkup lebih luas biasanya untuk curah hujan yang terjadi sangat rendah.

Rumus yang digunakan untuk menghitung sumur resapan adalah mononobe. Secara sistematis, penulisan rumusnya adalah sebagai berikut:

R24 = curah hujan terencana yang datanya didapat dari data analisis frekuensi, sedangkan tc = waktu curah hujan.

  1. Perhitungan Debit Aliran Air

Jika sudah mendapat intensitas curah hujan, langkah berikutnya Anda harus menghitung debit aliran air dengan menggunakan metoder rasional USSCS. Adapun cara untuk menghitung kapasitas sumur resapan adalah sebagai berikut:

Leave a Reply

Your email address will not be published.