Cara Menghitung Volume Galian Dan Timbunan Jalan

Posted on

Cara Menghitung Volume Galian Dan Timbunan Jalan – Pekerjaan penimbunan merupakan salah satu pekerjaan yang sering dilakukan dalam proyek sipil. Tujuannya tak lain untuk menambah ketinggian suatu lahan atau area supaya lebih tinggi dari kondisi sebelumnya.



Biasanya dilakukan untuk menambah ketinggian lantai rumah, gedung, kantor, halaman, pasar, tanah kosong, jalan raya, dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk material yang digunakan untuk penimbunan adalah tanah biasa. Namun bisa juga menggunakan material pilihan sesuai dengan spesifikasi yang sudah disepakati. Perlu diketahui bahwa schedule penimbunan dapat dilakukan pada dua waktu, yaitu ketika kondisi lahan atau area masih kosong (belum ada kegiatan pekerjaan konstruksi sama sekali) dan bisa juga bersama dengan kegiatan pekerjaan konstruksi diatasnya.

Baca juga: Klasifikasi Timbunan Pilihan Dari Sumber Galian

Menghitung Volume Tanah Timbun

Pada artikel ini, kami akan memberikan contoh mengenai cara menghitung volume tanah timbun pada sebidang tanah kosong. Ukuran lebar tanahnya adalah 80 meter dengan panjang 90 meter yang bisa Anda lihat pada gambar 1 berikut in. Sedangkan untuk Elevasi Rencana Timbunan adalah 0,5 m diatas permukaan tanah tertinggi tanah tersebut.

Adapun cara perhitungannya adalah sebagai berikut:



Mengambil Data Di Lapangan atau Di Lokasi Tanah Tersebut

1. Pengambilan data di lapangan berarti bahwa Anda harus mengukur tanah tersebut dengan menggunakan sebuah alat yang bernama Theodolit atau Water-pas, dimana harus dibantuk juga dengan rambu ukur.

Contoh perhitungan yang kami bagikan disini adalah membuat cross section melintang (potongan  area melintang) pada  bidang tanah tersebut.

Cross Section ini harus dibuat dalam jarak 30 meter, seperti pada gambar 2 berikut ini. Sehingga akan diperoleh Cross Section sebanyak 4 buah, yaitu A1-A1′, A2-A2′, A3-A3′, dan A4-A4′.

2. Membuat patok kayu sementara yang kemudian dipasang di masing-masing Cross Section dengan jarak 20 meter, seperti pada gambar 3 dan gambar 4. Dalam hal ini dibutuhkan sekitar 20 buah patok kayu. Ukurannya sendiri tidak perlu besar, karena nantinya hanya digunakan sebagai tanda untuk posisi rambu ukur ketika melakukan pengukuran.



3. Mengukur ketinggian seluruh bagian permukaan tanah yang sudah ditandai dengan patok kayu (ada 20 titik, berdasarkan jumlah patok kayu), dengan menggunakan alat Theodolit atau Water-Pas bersama dengan rambu ukur.

4. Pengambilan data di lapangan sudah selesai dilakukan sehingga bisa dilakukan dengan menghitung volume timbunannya di kantor.

Baca juga: Metode Pelaksanaan Penyiapan Badan Jalan

Menghitung Volume Timbunan

1. Berdasarkan data pengukuran yang dilakukan di lapangan maka diperoleh 20 titik data tinggi permukaan tanah. Diketahui juga lokasi titk permukaan tanah paling tinggi. Sehingga bisa dinaikkan 0,5 m dari titik permukaan tanah paling tinggi tersebut, seperti garis putus-putus pada gambar 5 berikut ini. Garis putus-putus berikut ini merupakan elevasi rencana timbunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *