Cara Membuat Pondasi Batu Bata


Cara Membuat Pondasi Batu Bata – Pondasi adalah struktur yang memiliki fungsi sebagai penyalur beban bangunan menuju lapisan tanah pendukung yang ada di bawahnya. Pondasi ini sendiri terbagi dalam beberapa jenis dari bahan material yang berbeda. Salah satu jenis pondasi yang paling banyak digunakan adalah pondasi batu bata.



Pondasi batu bata merupakan jenis pondasi yang dibuat dari material batu bata sebagai bahan dasarnya. Batu bata ini disusun hingga sedemikian rupa sampai bisa membentuk sebuah pondasi yang dapat menahan beban bangunan yang ada di atasnya dan meneruskannya ke dalam tanah. Jenis pondasi yang satu ini mempunyai daya dukung yang tidak terlalu tinggi sehingga hanya diterapkan pada konstruksi yang sederhana.

Selain biayanya yang sangat murah, kebanyakan orang lebih memilih pondasi batu bata karena proses pengerjaannya yang terbilang sangat sederhana sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama. Meskipun demikian, pondasi ini masih tetap bisa memberikan jaminan keamanan lebih pada bangunan.

Baca juga: Metode Pelaksanaan Pondasi Batu Kali

Kelebihan Pondasi Batu Bata

Pondasi batu bata memang menawarkan banyak kelebihan atau keunggulan jika dibandingkan dengan jenis pondasi yang lainnya. Berikut ini adalah kelebihan dari pondasi batu bata yang perlu Anda ketahui:

  1. Membutuhkan Biaya yang Rendah

Seperti yang sudah disinggung di atas bahwa pondasi batu bata pada umumnya digunakan untuk mendukung bangunan yang memiliki konstruksi sederhana dan berada di tanah yang stabil. Untuk masalah ukuran kedalam galian tanah yang biasa digunakan adalah sekitar 50 sampai 80 cm.



Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan pondasi ini adalah batu bata, pasir, dan semen. Karena bahan baku yang digunakan tidak terlalu kompleks maka biaya yang dibutuhkan untuk membangun pondasi ini jauh lebih murah daripada jenis-jenis pondasi yang lainnya.

  1. Proses Pengerjaan yang Cepat

Konstruksi pondasi batu bata ini pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan pondasi batu kali. Hanya saja yang membedakan adalah bahan dasar yang membentuknya. Disamping itu, pasangan batu bata yang biasa digunakan untuk membentuk pondasi ini akan lebih cepat mengering. Hal ini karena ukuran pori-pori yang dimilikinya sangat besar. Dengan begitu maka pondasi ini akan lebih cocok untuk diaplikasikan pada rencana pembangunan yang memerlukan efisiensi waktu yang tinggi.

  1. Mempunyai Model Konstruksi yang Sederhana

Proses pengerjaan pondasi yang satu ini dilakukan secara langsung di tempat pembuatannya. Mulai dari proses penggalian tanah, pembuatan adukan perekat dan penyusunan batu bata. Karena kesederhanaan konstruksinya inilah yang menjadikan proses pembuatan batu bata tidak perlu menggunakan bantuan alat berat sama sekali.

Kekurangan Pondasi Batu Bata



Meskipun memiliki banyak kelebihan, pondasi ini juga tak luput dari kekurangan. Adapun kekurangan dari pondasi batu bata adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki daya dukung yang tidak begitu kuat meskipun cukup layak untuk digunakan dalam menopang bangunan sederhana.
  2. Pondasi batu bata tidak cocok jika digunakan di bangunan-bangunan yang bertingkat.
  3. Membutuhkan galian tanah yang sangat banyak saat mendirikan struktur dinding bangunan.
  4. Hanya bisa diaplikasikan jika kondisi tanah di area pembangunannya lumayan stabil.
  5. Memiliki tingkat ketahanan yang kurang baik apalagi jika sering terendam air.
  6. Penggunaan bata sendiri sebenarnya tidak direkomendasikan untuk pondasi, material ini dirancang bukan sebagai komponen struktur yang utama, lebih cocok jika digunakan sebagai dinding pembatas.
  7. Pondasi batu bata memang mempunyai daya tahan yang sangat terbatas terhadap beban bangunan, sehingga hanya bisa digunakan pada bangunan satu lantai, dan bangunan ringan. Bahkan juga bisa dilakukan di tanah yang memiliki kondisi kepadatan yang cukup.
  8. Pondasi ini sangat rentang terhadap goncangan dan beban bangunan itu sendiri.

Pondasi dari Pasangan Batu Bata

Batu bata sendiri termasuk dalam bahan bangunan buatan, sehingga untuk masalah kualitas barang tergantung dari proses pembuatannya. Jika dibandingkan dengan batu kali, batu bata memiliki kualitas yang kurang baik untuk dijadikan sebagai pondasi. Sebab jika pondasi batu bata selalu tertanam dalam tanah maka kualitasnya akan semakin menurun. Sedangkan kualitas batu kali akan tetap terjaga.

Pasangan batu bata harus selalu dijaga agar tidak basah, ini karena air tanah bisa membuat pasangan menjadi lunak sehingga kekuatan atau daya dukung yang dimiliki bisa berkurang. Maka dari itu, bidang pasangan dari badan pondasi harus diplester atau berapa dengan ketebalan sekitar 1,5 cm menggunakan pereket untuk pasangannya.

Sedangkan di beberapa sudut dari pasangan pondasi yang selalu menjadi sarang dari genangan air maka harus dibuat miring. Tujuannya supaya air tanah nantinya tidak terhenti di situ, dan bisa berjalan terus menuju ke bagian bawah sehingga tidak akan mengurangi kekuatan pondasi.

Berikut ini adalah gambar tampang lintang badan pondasi dari pasangan batu bata untuk dinding di bagian tengah. Tampang lintang badan pondasi ini bisa diberi bentuk simetris karena tidak ada rintangan sama sekali.



Gambar Pondasi pasangan batu bata

Sementara itu, khusus untuk pondasi batu bata bagian pinggir, lebar dasar badan harus dibuat simetris. Pada bagian atasnya tidak boleh dibuat simetris karena menyesuaikan kebutuhan bidang plesteran atau bidang hiasan. Hal tersebut tentu berbeda dengan pondasi yang dbangun pada perbatasan pekerangan atau lebih tepatnya dengan pekarangan orang lain yang dimana tampang lintang badan pondasi harus dibuat tidak simetris karena memang adanya bangunan dari orang lain.



Leave a Comment