Perhitungan Dinding Penahan Tanah Dan Contoh Soal

Posted on

Perhitungan Dinding Penahan Tanah Dan Contoh Soal – Sekarang  ini di kota-kota besar sudah cukup susah untuk mendapatkan lahan sebagai tempat parkiran pada bangunan gedung bertingkat. Gedung bertingkat yang dibangun menggunakan lantai basment sebagai area parkir sudah pasti harus menggunakan dinding penahan tanah atau retaining walls.



Konstruksi dinding penahan tanah ini harus direncanakan secara tepat supaya penghuni dan pengunjung gedung nantinya bisa lebih aman dari bahaya longsor yang kemungkinan besar bisa terjadi karena adanya gaya lateral tanah dan air sehingga mengakibatkan kegagalan struktur.

Dinding penahan tanah bisa digunakan pada konstruksi tetap (permanent) dan konstruksi sementara (temporary). Dinding penahan tanah ini mempunyai sifat ketahanan yang cukup tinggi terhadap lingkungan sekitarnya sehingga banyak dijadikan sebagai struktur bangunan yang sifatnya permanen.

Konstruksi dinding penahan tanah ini memiliki tujuan untuk menahan tanah supaya terhindar dari longsor karena adanya beban yang bekerja. Selain untuk basement, jenis konstruksi yang satu ini juga bisa ditemukan dengan mudah pada under pass dan lereng bukit.

Baca juga: Penjelasan Bored Pile vs Tiang Pancang

Fungsi Dinding Penahan Tanah

Dinding penahan tanah atau retaining walls ini sendiri merupakan suatu bangunan yang memiliki fungsi sebagai penyokong tanah dan memberikan stabilitas pada lereng. Konstruksi ini mempunyai beberapa fungsi penting, yaitu:



  • Sebagai penahan gaya tekan lateral tanah aktif (Active Lateral Force Soil) yang bisa menyebabkan terjadinya keruntuhan lateral tanah seperti misalnya longsor atau landslide.
  • Sebagai penahan gaya tekan lateral air (Lateral Force Water) yang bisa mengakibatkan terjadinya keruntuhan lateral karena adanya teknanan air yang besar seperti erosi.
  • Sebagai perlindungan dari terjadinya perembesan air (seepage) yang disebabkan oleh elevasi muka air tanah yang sangat ini. Selain itu, juga memiliki fungsi dalam proses pengeringan (dewatering) yang sebagai pemotong aliran air (Flow Net) pada tanah (Cut Off).

Tipe Dinding Penahan Tanah

Dinding penahan tanah ini memiliki banyak jenis atau tipe yang bisa disesuaikan dengan bangunan dan kondisi tanah. Namun yang paling umum digunakan adalah tipe gravitasi, tipe kantilever dan tipe turap. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya mengenai tipe-tipe tersebut.

  1. Dinding Penahan Gravitasi

Dinding penahan gravitasi adalah dinding yang mengandalkan beratnya untuk bisa menjaga kestabilan tanah. Adapun bahan yang biasa digunakan sebagai penyusun gravity retaining wall adalah berupa pasangan batu atau bertulang (reinforced concrete).

Cara kerja dinding penahan tanah adalah dengan mengandalkan bobot mass dari badan konstruksinya sehingga tingkat kestabilan dari struktur bisa lebih tinggi karena memiliki bobot yang berat untuk menopang tekanan tanah lateral.



  1. Dinding Penahan Kantilver

Dinding kantilever adalah dinding beton bertulang (reinforced concrete) yang memiliki bentuk seperti huruf T. Tulangan ini memiliki fungsi sebagai penahan momen dan gaya lintang bekerja di bagian kantilver dindingnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.