Rumus Menghitung Tinggi Atap Rumah

Posted on

Menghitung Tinggi Atap Rumah – Seperti yang kita tahu bahwa hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Sehingga penting sekali untuk memperhatikan masalah kemiringan atap rumah, karena nantinya akan mengalirkan hujan dan menahan angin yang sangat kuat.



Atap rumah sendiri memiliki bentuk yang sangat beragam, tergantung dari sejarah dan peradabannya. Selain itu, juga mengikuti perkembangan teknologi dan arsitektur di jamannya.

Atap rumah bisa dikatakan berkualitas jika memiliki struktur yang kuat, awet, dan mampu tahan lama. Salah satu hal yang patut dijadikan sebagai bahan pertimbangan saat merancang bentuk dan konstruksi atap bangunan adalah faktor iklim.

Keberadaan suatu atap pada bangunan memiliki peran yang sangat penting karena dapat melindungi bangunan dari segala macam cuaca mulai dari cuaca panas, hujan, dan dingin. Maka dari itu, atap rumah harus kuat dan kokoh yang dimana kekuatannya tergantung dari struktur pendukung atap. Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perancangan suatu atap yaitu jenis material, bentuk dan ukuran, dan teknik pengerjaan.

Baca juga: Jarak Gording Atap

Sementara itu, untuk kemiringan atap tergantung dari bahan yang digunakan, yaitu:



  • Genteng biasa, miring 30 sampai 35 derajat
  • Genteng istimewa, miring 25 sampai 30 derajat
  • Sirap, miring 25 sampai 40 derajat
  • Alang-alang (umbia), miring 40 derajat
  • Seng, miring 20 sampai 25 derajat
  • Semen asbes gelombang, miring 15 sampai 25 derajat
  • Beton, miring 1 sampai 2 derajat
  • Kaca, miring 10 sampai 20 derajat

Berikut ini adalah beberapa syarat yang wajib dipenuhi oleh bahan untuk penutup atap:

  • Rapat air dan padat, anti bocor.
  • Peletakan yang sesuai tidak mudah pindah atau bergeser.
  • Tahan lama atau awet.
  • Memiliki bobot yang ringan.
  • Tidak mudah terbakar.

Disamping itu, untuk menentukan kemiringan atap tentunya juga dipengaruhi oleh berbagai bahan atau material yang digunakan sebagai penutup. Genteng dari bahan beton ataupun keramik pastinya harus menggunakan kemiringan atap yang lebih curam daripada genteng dari bahan metal. Tujuannya tak lain untuk mencegah terjadinya kebocoran antra sambungan bahan penutup atap ini.

Kemiringan Atap Rumah Pada Umumnya

Kemiringan atap rumah yang paling umum digunakan adalah 25 sampai 40 derajat. Namun pada kenyatannya di lapangan kebanyakan menggunakan kemiringan 30 derajat. Dalam mengaplikasikan sudut kemiringan atap yang diinginkan oleh pemilik rumah atau tukang yang mengerjakan, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan tinggi dari kuda-kuda tersebut. Inilah yang selalu menjadi kendala bagi para tukang atau pekerja yang tidak menyiapkan gambar kerja.



Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Atap Spandek

Kuda-Kuda Penopang Rangka Atap

Merupakan sebuah balok kayu yang disusun sedemikian rupa hingga membentuk segitiga-segitiga yang disebut dengan kuda-kuda. Kuda-kuda berada di bagian bawah rangka atap, yang dimana memiliki fungsi utama sebagai penyangga rangka atap.

Pada bagian atas kuda-kuda biasanya disangkutkan ke balok bubungan, sedangkan untuk kedua kakinya dihubungkan dengan kolom struktur yang berfungsi untuk mengalirkan beban menuju ke tanah. Kuda-kuda pada umumnya terdiri dari kaki kuda-kuda, balok, dan balok blandar yang ada di atas dinding, serta balok gordeng dan juga balok nok gordeng.

Tipe Kuda-Kuda Atap Rumah yang Biasa digunakan

Sebelum membahas mengenai rumus tinggi kuda-kuda atap rumah, kami akan menjelaskan terlebih dahulu beberapa tipe kuda-kuda yang banyak digunakan di Indonesia. Beberapa tipe kuda-kuda tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Bahan Kayu

Bahan kayu merupakan salah satu tipe kuda-kuda yang paling banyak digunakan di Indonesia. Kuda-kuda dari bahan ini memiliki keunggulan yang jauh lebih praktis dan mudah untuk menempatkan komponen pendukung yang lainnya.



Selain itu, bahan kayu juga tidak mudah dialiri oleh listrik. Dengan demikian maka dapat menimalisir terjadinya sengatan listrik ketika proses pemasangan atap. Bahkan bahan kayu juga mudah untuk didapatkan.

  1. Bahan beton

Tipe kuda-kuda yang kedua ini dibuat dari bahan dasar beton bertulang. Biasanya digunakan untuk tempat tinggal ataupun gedung tertentu. Komposisi pemasagan tipe kuda-kuda ini memang harus teliti. Seperti misalnya, jarak untuk tumpuan bebasnya harus mencapai empat meter. Namun jika jarak tumpuannya lebih dari empat meter maka dibutuhkan perhitungan secara susunan.

  1. Pasangan Bata

Penggunaan kuda-kuda pasangan bata ini juga biasa disebut dengan gunungan. Hal ini karena memiliki bentuk seperti segitiga dan hampir menyerupai sebuah gunung. Kuda-kuda ini biasa digunakan untuk jenis atap pelana. Meski demikian, biasanya ditempatkan di bagian sedang.

  1. Baja Konvesional

Tipe kuda-kuda yang satu ini dibuat dari bahan baku baja konvesional. Biasanya digunakan di beberapa bangunan ataupun gedung yang memiliki ukuran besar seperti misalnya pada pabrik atau pergudangan. Hal ini karena bentangan di tumpuannya bisa mencapai lebih dari 15 meter. Baja konvesional ini dibuat dari berbagai bahan yang berkualitas seperti siku, iwf da canal.

  1. Baja Ringan

Seiring dengan berkembangnya jaman, kuda-kuda atap semaki mengalami kemajuan sehingga kini muncul baja ringan. Kuda-kuda ini memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh tipe lainnya.

Beberapa kelebihan dari tipe kuda-kuda baja ringan adalah harganya yang terbilang sangat murah dan memiliki bobot yang tidak terlalu berat alias ringan. Selain itu, baja ringan juga memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap karat dan juga rayap. Maka tak heran, jika bisa digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama dan bahkan bisa bertahun-tahun.

Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Atap Seng Galvalum

Menghitung Rumus Tinggi Kuda-Kuda Atap Rumah

Selanjutnya kami akan menjelaskan cara menghitung rumus tinggi kuda-kuda atap rumah. Apabila tinggi atap rumah sudah terukur secara akurat maka akan mudah juga untuk menentukan sudut kemiringannya. Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk menentukan tinggi kuda-kuda atap:

Tinggi kuda kuda = ½ ( Panjang Bentang) x Tangent (Sudut Kemiringan Atap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *