Cara Menghitung Curah Hujan Dan Contoh Soal

Posted on

Q



:

Debit (m3/detik)

Cj

:

Koefisien aliran subarea



I

:

Intensitas curah hujan selama waktu konsentrasi (mm/jam)

Aj



:

Luas daerah subarea (km2)

Saat melakukan perencanaan bangunan pengairan seperti drainase, debit rencana sangat dibutuhkan untuk dapat mengetahui kapasitas yang mampu ditampung oleh suatu drainase, sehingga seluruh debit air nantinya bisa ditampung dan dialirkan.

Baiklah mari langsung saja masuk ke pembahasan inti, berikut ini kami akan menjelaskan mengenai metode yang sering digunakan untuk menghitung intensitas curah hujan:

  1. Metode Mononobe

dimana :



I

:

Intensitas curah hujan (mm/jam)

t

:

Lamanya curah hujan / durasi curah hujan (jam)

R24

:

Curah hujan rencana dalam suatu periode ulang, yang nilainya didapat dari tahapan sebelumnya (tahapan analisis frekuensi)

Catatan: R24, berarti bahwa curah hujan selama 24 jam (mm/hari)

Sebagai contoh, Apabila Anda ingin mengetahui intensitas curah hujan dari data curah hujan dalam jangka waktu 5 menit maka caranya adalah sebagai berikut (jika diketahui curah hujan sekitar 1 hari dengan nilai 56 mm/hari):

Keterangan:

Satuan waktu dari menit harus diubah terlebih dahulu menjadi jam. Seperti misalnya, durasi selama 5 menit diubah menjadi durasi selama 5/60 atau sekitar 0,83 jam. Jika sudah mengetahui bagaimana cara mendapatkan intensitas curah hujan dari curah hujan harian maka bisa langsung menuju metode yang kedua yaitu metode van breen.

  1. Metode Van Breen

Menurut hasil penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh  Ir. Van Breen di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, curah hujan terkonsentrasi dalam jangka waktu sekitar 4 jam dengan jumlah curah hujan mencapai 90% dari jumlah curah hujan selama 24 jam (Anonim dalam Melinda, 2007).

Berikut ini adalah cara yang digunakan untuk menghitung curah hujan dengan menggunakan metode van breen:

dimana :

IT

:

Intensitas curah hujan pada suatu periode ulang (T tahun)

RT

:

Tinggi curah hujan pada periode ulang T tahun (mm/hari)

Perhitungan intensitas curah hujan yang dilakukan dengan menggunakan metode van breen akan menghasilkan nilai sebagai berikut:

Berdasarkan perhitungan diatas maka bisa dilihat bahwa nilai intensitas curah hujan selama 5 menit dengan nilai curah hujan harian sebesar 56 mm/hari.

Baca juga: Cara Menghitung Dan Contoh RAB Saluran Drainase

  1. Metode Haspers dan Der Weduwen

Metode haspers dan der weduwen berasal dari kecenderungan curah hujan yang digolongkan sesuai dengan anggapan bahwa curah hujan mempunyai distribusi yang simetris dengan durasi curah hujan lebih kecil dari 1 jam dan durasi curah hujan lebih kecil mulai dari 1 hingga 24 jam (Melinda, 2007).

Berikut ini adalah perhitungan yang digunakan dengan menggunakan metode haspers dan der weduwen:

Leave a Reply

Your email address will not be published.