Cara Menghitung Curah Hujan Dan Contoh Soal

Posted on



dimana :

I

:

Intensitas curah hujan (mm/jam)

R, Rt



:

Curah hujan menurut Haspers dan Der Weduwen

t

:



Durasi curah hujan (jam)

Xt

:

Curah hujan harian maksimum yang terpilih (mm/hari)

Untuk nilai contohnya sama, namun ditambahkan dengan durasi selama 60 menit:



Baca juga: Metode Pelaksanaan Pekerjaan Saluran Drainase

Memilih Metode Perhitungan Intensitas Curah Hujan

Selanjutnya kami akan membahas mengenai pemilihan metode intensitas curah hujan dari tiga metode yang digunakan, yaitu Mononobe, Van Breen, Haspers dan Der Weduwen.

Sementara itu, ada beberapa persamaan tetapan yang paling umum digunakan untuk menentukan metode perhitungan intensitas curah hujan yang tepat, yaitu Persamaan Talbot, Sherman, dan Ishiguro.

Berikut ini adalah langkah pendekatan yang harus dilakukan:

1). Menentukan minimal 8 jenis durasi curah hujan (t menit)
2). Menggunakan harga-harga t tersebut untuk menentukan besarnya  intensitas curah hujan. Untuk periode ulang tertentu, nilainya disesuaikan dengan perhitungan debit rencana.
3). Menggunakan harga-harga t yang sama untuk menetapkan tetapan-tetapan dengan cara kuadrat terkecil (Least Square Method).

Perhitungan tetapan dapat dilakukan dengan beberapa persamaan sebagai berikut :

Untuk lebih memudahkan perhitungan buatlah tabel sebagai berikut :

Keterangan :

I               : Intensitas Curah Hujan

t               : Durasi Curah Hujan

Contoh :

Tabel dibawah ini merupakan hasil perhitungan intensitas curah hujan dengan menggunakan Metode Van Breen pada berbagai periode ulang (2-100 tahun) dengan durasi 5 menit sampai dengan 240 menit atau 2 jam.

Dari data tersebut kita dapat menggunakan persamaan tetapan yang diatas untuk mengetahui metode yang cocok dengan data intensitas curah hujan yang ada.

Tabel dibawah ini memperlihatkan deviasi antara data terukur dengan data hasil prediksi

Baca juga: Metode Perbaikan Tanah Secara Fisik Dan Kimiawi

Dari tabel diatas bisa diketahui bahwa nilai deviasi antara data terukur dan data hasil prediksi Metode Van Breen yang menggunakan Persamaan Talbot menghasilkan nilai deviasi yang paling kecil, yaitu nilai nol. Jadi untuk nilai intensitas curah hujan yang digunakan merupakan hasil perhitungan dari Metode Van Breen dengan Persamaan Talbot.

Leave a Reply

Your email address will not be published.