Pengertian Dan Fungsi Tanah Dasar (Subgrade)

Posted on

Pengertian Dan Fungsi Tanah Dasar (Subgrade) – Struktur Perkerasan jalan pada umumnya terdiri dari beberapa lapis perkerasan. Beberapa jenis lapisan tersebut Lapisan Tanah dasar (sub grade), lapisan Lapis pondasi bawah (subbase course), Lapisan Lapis pondasi (base course), dan Lapisan Lapis permukaan / penutup (surface course). Namun yang akan dibahas pada kesempatan kali ini adalah tanah dasar atau sub grade.



Tanah dasar sendiri menjadi bagian yang paling penting dalam konstruksi jalan. Hal ini karena tanah dasar akan mendukung semua konstruksi jalan dan muatan lalu lintas yang ada di atasnya. Perlu diketahui bahwa kekuatan tanah dasar dapat mempengaruhi tebal tipisnya lapisan perkerasan. Sehingga juga dapat menentukan mahal atau tidaknya biaya dalam pembangunan jalan itu sendiri.

Baca juga: Pekerjaan Timbunan Pilihan Dan Pemadatan Tanah

Pengertian Tanah Dasar (Sub Grade)

Lapisan tanah dasar atau yang biasa disebut dengan sub grade merupakan salah satu bagian dari konstruksi perkerasan jalan yang berada di lapisan yang paling bawah. Kemampuan yang dimiliki oleh tanah dasar dalam mendukung beban adalah 0,5 sampai 1,5 kg/cm2 sehingga dibutuhkan konstruksi perkerasan jalan supaya beban roda bisa disebarkan lebih luas diatas permukaan tanah. Dengan demikian maka tegangan yang ditimbulkan akan lebih kecil dari kemampuan tanah.

Perkerasan jalan berada di atas tanah dasar, sehingga mutu dan daya tahan konstruksi perkerasan akan selalu berkaitan dengan sifat tanah dasar. Perkerasan jalan merupakan suatu konstruksi yang dibuat di atas lapisan tanah dasar (sub grade) yang memiliki fungsi sebagai penopang lalu lintas.



Baca juga: Metode Perbaikan Tanah Secara Fisik Dan Kimiawi

Berdasarkan bahan pengikatnya, konstruksi perkerasan jalan dibedakan menjadi 3 macam jenis, yaitu:

  • Perkerasan lentur atau flexible pavement
  • Perkerasan kaku atau rigid pavement
  • Perkerasan komposit atau composite pavement

Beban kendaraan akan diberikan ke lapisan perkerasan dengan melalui roda-roda kendaraan. Kemudian disebarkan ke semua lapisan yang ada di bawahnya sampai bisa diterima oleh tanah dasar. Jadi untuk tingkat kerusakan konstruksi perkerasaan saat masa pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan lapisan pekerasan, namun juga tanah dasar.

Daya dukung tanah dasar sendiri bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis tanah, tingkat kepadatan yang dimiliki oleh tanah, sistem drainase, kadar air dan lain sebagainya.

Lapisan tanah dasar bisa dalam bentuk tanah asli yang dipadatkan apabila tanah aslinya baik, atau tanah urugan yang berasal dari tempat berbeda ataupun tanah yang distabililasi dan lain sebagainya. Jika dilihat dari muka tanah asli, maka tanah dasar terdiri dari tanah dasar tanah galian, tanah dasar tanah urugan dan tanah dasar tanah asli.



Baca juga: Pekerjaan Pembersihan Dan Pengupasan Lahan

Jenis-jenis Tanah Dasar

Dilihat dari sifat sifat dan gradasi butiran tanah dasar, maka tanah dasar dapat dibedakan atas 3 (tiga) jenis sebagai berikut:
a. Tanah dasar berbutir kasar (Cohesionless Subgrade);
b. Tanah dasar berbutir halus (Cohesion Subgrade);
c. Tanah dasar dengan sifat mengembang yang besar (High Swelling Sub
grade).

Permasalahan yang Menyangkut Tanah Dasar

Leave a Reply

Your email address will not be published.