Metode Pelaksanaan Patching Jalan (Penambalan)

Posted on

Metode Pelaksanaan Penambalan Jalan –  Selama ini jalan sudah menjadi salah satu tranportasi yang memiliki peran sangat penting dalam mobilitas manusia ataupun barang. Perawatan dan perbaikan jalan dibutuhkan untuk menjaga kelancaran mobilitas di suatu wilayah.



Beberapa permasalah atau kerusakan jalan yang basa dijumpai adalah adanya lubang, jalan bergelombang, alur dengan kedalaman melebihi 30 mm pada badan jalan, ambles dengan kedalaman melebihi 50 mm dan retak buaya dan jumlah yang sangat besar. Hal ini tentu akan menganggu kenyamanan dan keamanan dalam penggunaan jalan, sehingga dibutuhkan patching atau penambalan jalan.

Baca juga: Metode Pelaksanaan Penyiapan Badan Jalan

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Patching Jalan (Penambalan)

Tujuan dilakukan penambalan atau patching adalah untuk memperbaiki berbagai kerusakan yang terjadi pada badan jalan khususnya pada lapisan pekerasan dengan penutup aspal. Adapun metode pekerjaan pekerjaan patching adalah sebagai berikut:

  • Menggunakan perlengkaan keselamatan bagi seluruh pekerja dan memasang rambu peringatan (barikade) di area pekerjaan.
  • Memberikan tanda batas dalam bentuk bujur sangkar atau empat persegi panjang bagian permukaan perkerasan yang ingin ditambal dengan menggunakan cat atau kapur. Pastikan bahwa salah satu sisi tanda batas harus terletak secara sejajar dengan sumbu jalan.
  • Menggunakan asphalt cutter yang digunakan untuk memotong perkerasan jalan berdasarkan tanda batas yang sudah dibuat.
  • Membongkar pekerasan beraspal secara manual namun tetap menggunakan sebuah alat bantu. Jika tambalan sangat luas maka pembongkaran bisa dilakukan dengan menggunakan grader. Selain pada bagian permukaan, pembongkaran perkerasan beraspal juga harus dilakukan pada tanah dasar. Untuk kedalamannya harus disesuaikan dengan gambar rencana atau petunjuk direksi pekerjaan.
  • Jika penggalian sudah selesai dilakukan maka agregat kelas A bisa dituang ke dalam lubang.

 



Penghamparan agregat kelas A

  • Proses pemadatan bisa dilakukan pada setiap lapis agregat hingga benar-benar padat dengan menggunakan sebuah alat pemadat seperti combination vibratory roller. Jika lapisan agregat sudah dipadatkan maka bisa langsung diuji dengan menggunakan alat yang bernama sand cone. Tingkat kepadatan lapisan agregat dalam hal ini harus berdasarkan spesifikasi teknis pekerjaan yang sudah ditentukan.
  • Menyemprotkan lapis resap pengikat atau prime coat menggunakan asphalt sprayer. Penyemprotan harus secara merata di bagian permukaan agregat.
  • Campuan aspal bisa di hamparkan di atas permukaan yang sudah dilapisi dengan resap pengikat (prime coat), bisa menggunakan alat penghampar atau bisa juga secara manual. Penyebaran campuran aspal ini harus sesuai atau sebanding dengan lapisan aspal yang berada di area penambalan (patching) terkecuali jika mendapat perintah yang berbeda dari direksi pekerjaan.
  • Langkah berikutnya adalah memadatkan aspal dengan combination vibratory roller. Namun bisa juga menggunakan alat lain dengan syarat sudah harus mendapat persetujuan dari direksi pekerjaan.
  • Membersihkan tempat atau lokasi pekerjaan dari sisa-sisa pekerjaan. Tujannya supaya nantinya tidak menganggu atau memberikan dampak yang bahaya bagi para pengguna jalan.
  • Demobilitasi seluruh alat pekerjaan dan para pekerja.

Baca juga: Cara Menghitung Volume Galian Dan Timbunan Jalan

Faktor Umum Penyebab Kerusakan Jalan Aspal

Ada banyak sekali faktor yang menjadi penyebab terjadinya kerusakan jalan aspal ataupun beton. Namun faktor-faktor yang paling umum dijumpai adalah sebagai berikut:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *