Jenis, Kelebihan Dan Fungsi Pondasi Setempat

Posted on

Perhitungan Dan Kelebihan Pondasi Setempat – Ada banyak sekali jenis pondasi yang dapat digunakan dalam pembangunan rumah. Salah satunya adalah pondasi tapak/telapak/setempat yang biasa digunakan pada bangunan bertingkat karena sangat efektif dalam menopang beban dan membuat bangunan selalu stabil.



Pondasi jenis ini memang banyak digunakan untuk bangunan bertingkat atau bangunan yang berdiri di atas struktur tanah lunak, dengan kedalaman mulai dari 1 sampai dengan 2 meter.

Baca juga: Perhitungan Dinding Penahan Tanah Dan Contoh Soal

Mengenal Pondasi Tapak (Setempat)

Pondasi tapak atau yang biasa disebut dengan pondasi setempat merupakan salah satu jenis pondasi yang  memiliki bentuk seperti telapak dan terletak di bagian bawah atau kolom. Dalam proses pengerjaannya, tukang akan menyesuaikan kedalamannya hingga mencapai tanah kerasi.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa pondasi tapak umumnya digunakan pada struktur bangunan bertingkat, baik itu bangunan 2 tingkat atapun 3 tingkat. Pondasi ini juga sangat cocok jika digunakan pada jenis tanah yang lembek.

Adapun bahan yang digunakan untuk membuat pondasi tapak adalah susunan besi yang sebagian kerangkanya dipendam dalam tanah. Kerangka tersebut kemudian dicor dengan menggunakan adukan semen.



Jenis pondasi yang satu ini memiliki dimensi yang cukup lebar pada bagian bawahnya. Inilah yang menjadi alasan mengapa disebut sebagai pondasi tapak. Sengaja dibuat secara lebih lebar dengan tujuan untuk bisa meneruskan beban bangunan menuju lapisan tanah yang ada di bawahnya dengan baik. Untuk kedalaman pondasi dapat disesuaikan dengan kedalaman tanah keras.

Baca juga: Pondasi Rumah Tingkat Dan Perhitungan RAB

Fungsi Pondasi Tapak (Setempat)

Pondasi tapak atau setempat ini masih memiliki beberapa keunggulan lain yang perlu diketahui, yaitu:

  • Sebagai penahan bangunan jika tidak terjadi penyesuaian bentuk tanah. Dengan menggunakan pondasi ini maka dijamin bangunan Anda tidak akan mudah runtuh walaupun berada di tanah yang stabil.
  • Dapat menahan beban live loas atau beban hidup dalam fungsi bangunan yang telah ditentukan.
  • Bangunan akan menjadi lebih aman ketika terjadi bencana alam, seperti gempa bumi.
  • Dapat menahan beban bangunan secara horizontal dan memastikan bahwa tidak ada struktur yang mengalami pergeseran.
  • Dapat menahan seluruh beban dari bangunan yang berada di atasnya.

Perbedaan Pondasi Tapak dengan Jenis Pondasi Lain

Selain jenis pondasi bentuk tapak, ternyata ada 2 jenis pondasi lain. Pondasi ini memiliki perbedaan desain konstruksi sebagai berikut:
  • Pondasi Dangkal

Pondasi jenis ini disebut kategori dangkal karena kedalamannya kurang dari 3 meter. Tapi pondasi ini hanya bisa dibuat pada lingkungan yang relatif stabil. Daya dukung permukaan bisa ditambah dari permukaan tanahnya.
  • Pondasi Strip

Pondasi strip atau menerus ini khusus digunakan untuk menahan struktur dinding bangunan. pondasi jenis ini akan dipadukan dengan pondasi jenis tapak saat membangun hunian atau gedung. Pondasi ini juga bisa dibuat jika pondasi jenis tapak dianggap kurang cocok.
  • Pondasi Rakit

Pondasi ini memang jika dilihat dari atas akan seperti rakit apung. Struktur kerangka pondasi dibuat merata sesuai dengan luas permukaan bangunan tersebut. Struktur ini bisa membuat beban bangunan tersebar merata di atas permukaan pondasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *